Yani Yuhani Panigoro dan Perannya untuk Isu Perempuan di Perusahaan

2026-01-12 07:30:57
Yani Yuhani Panigoro dan Perannya untuk Isu Perempuan di Perusahaan
JAKARTA, – Kiprah Komisaris Utama MedcoEnergi, Yani Yuhani Panigoro, tidak hanya tercermin dari perannya di dunia korporasi, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap isu perempuan dan sosial. Dalam berbagai momentum krusial, Yani mengambil peran strategis, mulai dari upaya mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) saat krisis ekonomi, membangun fasilitas daycare bagi karyawan yang memiliki anak, hingga berkontribusi langsung dalam pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat.Bagi Yani, keberlangsungan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan karyawan dan lingkungan sekitar. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam setiap kebijakan yang diambilnya, terutama ketika perusahaan menghadapi situasi sulit.Baca juga: Potret Multiperan Ibu Bekerja dengan Karier Gemilang di Era ModernSalah satu tantangan besar yang pernah dihadapi Yani adalah ketika MedcoEnergi diterpa krisis ekonomi akibat anjloknya harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah. Situasi tersebut berdampak luas terhadap perusahaan-perusahaan energi di Indonesia.“Tantangannya sangat menarik adalah ketika saya diberi kepercayaan menangani krisis di MedcoEnergi, di mana harga minyak anjlok berat, kemudian dolar naik,” jelas Yani saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Pusat, Rabu .Dalam kondisi tersebut, PHK sering kali menjadi opsi yang diambil banyak perusahaan. Namun, Yani bersama jajaran manajemen Medco memilih jalan yang lebih menantang dengan berupaya mempertahankan seluruh karyawan.“Krisis ekonomi melibatkan perusahaan Indonesia, termasuk MedcoEnergi. Di momen itu, saya beserta Pak Hilmi Panigoro berusaha untuk membuat suatu strategi bagaimana kami bisa keluar dari krisis ini tanpa PHK pegawai. Itu bukan sesuatu yang mudah,” ujar Yani.Baca juga: Tangkap Peluang dari Naiknya Investasi Hulu Migas RI, Medco Ungkap Strategi Ganda di 2025Strategi tersebut dijalankan dengan penghematan ketat dan penyesuaian pengeluaran biaya kerja, tanpa mengorbankan tenaga kerja.“Kami berupaya mengancangkan ikat pinggang, mengurangi hal-hal yang membuat kita lebih nikmat, misalnya terbang kelas bisnis, jadi ekonomi. Hal-hal yang memang tidak terlalu perlu,” katanya.Upaya tersebut membuahkan hasil. MedcoEnergi perlahan bangkit dari krisis dan kembali melanjutkan operasionalnya secara berkelanjutan.“Tapi Alhamdulillah tahun 2002, kami sudah bangkit kembali, dan bisa meneruskan kembali perusahaan MedcoEnergi,” tutur Yani.Baca juga: Bos Medco Energy Buka-bukaan soal Rencana Ekspor Listrik ke Singapura/Fredikus Tuto Ke Soromaking Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Rabu Selain fokus pada keberlangsungan perusahaan, Yani juga memberi perhatian khusus pada kebutuhan karyawan perempuan. Ia menyadari, banyak karyawan MedcoEnergi berada di usia produktif dan memiliki bayi, sementara jarak rumah ke kantor kerap menjadi tantangan tersendiri.“Kalau usianya 25 tahun masuk Medco, sampai umur 30-an pasti hamil dan punya bayi, sedangkan mereka rumahnya jauh. Lalu saya pikir mereka itu harus ada tempat di mana bayi-bayi itu diasuh,” lanjutnya.Dari pemikiran tersebut, Yani mengusulkan pembangunan daycare di lingkungan kantor sebagai solusi nyata bagi karyawan.


(prf/ega)