Mendagri Tito Terima Gelar Kehormatan "Petua Panglima Hukom" dari Lembaga Wali Nanggroe Aceh

2026-01-17 05:50:11
Mendagri Tito Terima Gelar Kehormatan
– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerima gelar kehormatan “Petua Panglima Hukom” dari Lembaga Wali Nanggroe Aceh. Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu .Pemberian gelar kehormatan itu ditandai dengan penyematan lencana dan selempang oleh Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi peusijuek atau upacara adat Aceh yang dipandu langsung oleh Wali Nanggroe.Dalam sambutannya, Tito menyampaikan terima kasih atas penganugerahan gelar tersebut, baik secara pribadi, keluarga, maupun atas nama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).Menurutnya, penghargaan tersebut sangat istimewa lantaran diberikan oleh Lembaga Wali Nanggroe yang memiliki legitimasi kuat secara sosial, sosiologis, dan yuridis."Jadi ini adalah lembaga yang secara hukum kuat dan secara sosial mendapatkan legitimasi. Mendapatkan penghargaan dari lembaga ini merupakan kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi saya," ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu.Baca juga: Mendagri Tito: ASN yang Tangguh Jadi Penentu Ketahanan NegaraTito menjelaskan, dirinya tidak menyangka akan memperoleh penghargaan tersebut. Beberapa waktu sebelumnya, Wali Nanggroe beserta rombongan melakukan audiensi di Kantor Kemendagri.Dalam pertemuan itu, Tito dan Wali Nanggroe membahas situasi terkini di Aceh, termasuk perkembangan pembangunan, politik, keamanan, dan berbagai aspek lainnya.Saat itu, Wali Nanggroe juga menyampaikan niat untuk memberikan gelar adat kepada Tito.Merespons hal itu, Tito mengaku kaget atas niat baik tersebut. Wali Nanggroe kemudian menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan karena Mendagri Tito dinilai telah memberikan banyak kontribusi terhadap Aceh, baik saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) maupun Mendagri."Beliau (Wali Nanggroe) menjelaskan, ‘Pak Tito selama menjadi Kapolri banyak memberikan perhatian kepada Aceh, sehingga stabilitas dan keamanan tetap terjaga. Hal itu tetap berlanjut pada saat menjadi Mendagri dengan tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan, sehingga situasi menjadi tetap stabil hingga saat ini’," imbuhnya.Pada kesempatan tersebut, Tito menekankan bahwa Aceh merupakan daerah yang memiliki sejarah panjang di Indonesia.Upaya perdamaian atas konflik yang sempat terjadi di Aceh dinilai menjadi percontohan dunia. Tito berharap langkah-langkah yang telah dibangun tersebut dapat terus dijaga.Baca juga: Sampaikan Orasi Ilmiah di Unsri, Mendagri Uraikan Peran Pendidikan Tinggi Songsong Indonesia Emas 2045Sebagai informasi, gelar kehormatan Petua Panglima Hukom Nanggroe diberikan kepada Tito atas pengabdian dan dedikasinya sebagai Kapolri dan Mendagri.Ia dinilai menunjukkan perhatian, kebijakan, dan komitmen tinggi terhadap keamanan, hukum, serta pemerintahan di Aceh.Selain itu, Tito juga dianggap telah menjalankan pendekatan keilmuan, kebijaksanaan, serta menjaga keseimbangan antara syariat, adat, dan hukum negara.Ia pun dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas serta marwah Aceh sebagai daerah berkeistimewaan dan bersyariat Islam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-17 04:28