Benarkah Sering Konsumsi Ikan Asin Dikaitkan dengan Kanker Nasofaring? Ini Kata Dokter

2026-01-15 04:05:24
Benarkah Sering Konsumsi Ikan Asin Dikaitkan dengan Kanker Nasofaring? Ini Kata Dokter
- Sebuah unggahan video viral di media sosial kembali memicu perdebatan soal keamanan pangan, kali ini tentang risiko kesehatan dari konsumsi ikan asin.Melalui akun @sehat_1*** pada Senin , pengguna tersebut memperingatkan bahwa kebiasaan makan ikan asin terutama jika dilakukan setiap hari dapat membawa konsekuensi serius bagi tubuh.Ia mengeklaim proses pengasinan dan penjemuran ikan dapat memicu terbentuknya nitrosamin, zat karsinogenik yang dikaitkan dengan kanker nasofaring.Tak hanya itu, kandungan garam yang tinggi dalam ikan asin juga bisa menjadi pemicu hipertensi.Unggahan itu juga menyinggung potensi penggunaan formalin pada sebagian produk ikan asin di pasaran, yang makin memperbesar kekhawatiran warganet akan keamanan makanan sehari-hari.Baca juga: Butuh Asupan Tinggi Protein, Coba 9 Jenis Ikan IniUnggahan tersebut lantas memantik pro kontra dan diskusi warganet tentang kebenarannya."Gada gada nenek gw dr kecil hobi bngt makan ikan asin.. umur nya thn ini udah 103 tahun.. gada kanker atau apa lh itu.. malah nenek gw alhamdulillah jarang bngt sakit. Cuma kurang penglihatan sama pendengaran doang," tulis @ellang*** tidak meyakini kebenaran informasi tersebut."Edukasi ngg hanya ke pembeli tapi juga ke penjual dan pengrajinnya ya... spy sebanyak mungkin mengurangi zat kimia yg berbahaya bagi tubuh," kata @inia_rang*** menyoroti kandungan pengawet dalam ikan asin."Konteksnya di KONSUMSI TERLALU SERING.. segala sesuatu jg klo di konsumsi secara berlebihan ya pasti ada efek buruk," tulis @zam.az***. Lantas, benarkah makan ikan asin terlalu sering dapat memicu hipertensi dan diakitkan dengan penyakit kanker nasofaring?Baca juga: Ada Hari Ikan Nasional, 21 November 2025 Peringati Apa Saja?Ahli gizi dr. Tan Shot Yen menegaskan bahwa peringatan yang ramai dibahas di media sosial soal bahaya mengonsumsi ikan asin bukan sekadar kecemasan berlebihan.“Betul kok itu,” ujarnya ketika dimintai tanggapan Kompas.com, Senin merujuk pada risiko yang muncul jika ikan asin dikonsumsi setiap hari.Menurut dr. Tan, proses pengasinan dan penjemuran yang menjadi ciri utama pembuatan ikan asin dapat memicu terbentuknya nitrosamin, senyawa karsinogenik yang dikaitkan dengan kanker nasofaring.Ia menjelaskan bahwa bahaya tersebut tidak hanya berhenti di situ. “Kandungan garamnya tinggi, dan itu jelas meningkatkan risiko hipertensi,” katanya menambahkan.Dengan dua faktor risiko sekaligus yakni paparan zat karsinogenik dan garam berlebih, mengonsumsi ikan asin secara rutin dinilai dapat memberi dampak serius bagi kesehatan jangka panjang.Baca juga: Ikan di China Diberi Makan Cabai Setiap Hari, Peternak Klaim Daging Jadi Lebih Enak


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 04:44