JAKARTA, - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming menyorot pentingnya menjaga kesehatan mental.Gibran mengingatkan, jangan sampai kasus di salah satu sekolah Jakarta yang terjadi beberapa waktu lalu kembali terulang.Adapun baru-baru ini terjadi ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menimpa puluhan siswa."Saya titip bapak ibu, untuk semua saling menjaga, saling peka, dan juga saling mengingatkan agar kejadian-kejadian yang terjadi kemarin mungkin di salah satu SMA di Jakarta tidak terulang kembali," kata Gibran dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu .Baca juga: Fakta-fakta Ledakan di SMAN 72 JakartaDalam acara ini, Gibran menekankan kesehatan mental juga perlu dijaga, bukan cuma kesehatan fisik."Selain kesehatan fisik kita juga perlu menjaga kesehatan mental," kata Gibran.Ia menekankan, sekolah pun harus menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai ada perundungan atau bullying terjadi di sekolah."Sekolah itu harus menjadi tempat yang aman, nyaman bagi anak anak kita, tempat yang bebas bullying," ujar Gibran.Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi pada Jumat sekitar pukul 12.15 WIB di lingkungan SMAN 72 Jakarta yang berada di kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading.Baca juga: Derita Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta: Luka Bakar hingga Gangguan Pendengaran SeriusBerdasarkan keterangan saksi, letusan pertama terdengar saat khotbah Jumat sedang berlangsung, disusul ledakan kedua dari arah berbeda.Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan, serta menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga merupakan salah satu siswa sekolah tersebut. Beberapa pihak ada yang menyebut bahwa pelaku juga sempat mendapat bullying di sekolah.Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani saat merespons adanya informasi bahwa terduga pelaku ledakan disebut sebagai korban bullying di sekolah.Baca juga: Polisi Pastikan Hak Anak Terjaga dalam Penyidikan Ledakan SMAN 72“Informasi yang kami dapat memang merupakan korban bullying, korban perundungan. Nah, kalau pun itu benar terjadi, maka kami sangat menyayangkan kejadian itu,” ujar Lalu saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin .Dia menyebut, peristiwa tersebut telah menunjukkan masih adanya kelemahan dalam sistem perlindungan siswa dan pencegahan kekerasan di sekolah.Lalu pun meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengevaluasi sistem pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah.
(prf/ega)
Sorot Bullying, Gibran Minta Kejadian seperti di SMAN 72 Jakarta Jangan Terulang
2026-01-12 03:50:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:13
| 2026-01-12 03:09
| 2026-01-12 01:43










































