Kuasa Hukum Minta Polisi Dalami CCTV hingga Temuan Obat dalam Kasus Kematian Dosen Untag

2026-01-11 22:38:51
Kuasa Hukum Minta Polisi Dalami CCTV hingga Temuan Obat dalam Kasus Kematian Dosen Untag
SEMARANG, – Pihak kuasa hukum keluarga korban Dosen Untag Semarang meminta kepada kepolisian untuk mendalami temuan barang bukti. Mulai dari CCTV, handphone hingga temuan obat di Tempat Kejadian Perkara.Diberitakan sebelumnya, DLL (35), dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ditemukan meninggal dunia di kostel wilayah Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin .Seorang perwira polisi, AKBP Basuki, juga diketahui sempat bersama korban.Pihak kepolisian saat ini sudah mulai membuka sejumlah temuan, mulai dari hubungan antara dosen Untag dan AKBP Basuki, hingga sejumlah barang bukti yang disita saat olah tempat kejadian perkara (TKP).Baca juga: Beredar Foto Bercak Darah di Jenazah Dosen Untag, Polda Jateng: Masih Perlu KonfirmasiSaat dilakukan olah TKP, polisi menyita pakaian milik AKBP Basuki hingga obat-obatan yang ditemukan di kamar tersebut.Selain itu, penyidik juga menyita seprai dan selimut yang berasal dari kamar ditemukannya korban.Khusus untuk temuan obat-obatan, penyidik sedang membawa barang bukti tersebut ke laboratorium forensik untuk dilakukan pendalaman.Kuasa hukum keluarga korban, Zainal Abidin Petir, mengungkapkan bahwa banyak kejanggalan yang masih mencuat dalam kasus ini.Ia meminta penyidik untuk segera mendalami rekaman CCTV, handphone, dan laptop yang dimiliki oleh korban.Baca juga: Polisi Temukan Bukti Baru Kematian Dosen Untag dari Mobil AKBP BasukiZainal berharap penyidik tidak ragu untuk mengungkap isi file yang berkaitan dengan kematian korban melalui barang bukti elektronik tersebut.Selain itu, Zainal juga menyoroti temuan barang bukti berupa obat-obatan di kamar tempat korban ditemukan meninggal."Obatnya itu obat apa? Obat sakit, obat perangsang, obat apa? Makanya saya hari ini ke Polda Jateng, minta kejelasan,” tegasnya.Ia menambahkan, jika obat-obatan tersebut terkait dengan kondisi kesehatan Levi, hal ini perlu dibuktikan secara medis.“Kalau memang untuk pengobatan, sakit apa? Dan siapa yang memberikan obat itu? Kalau bukan obat sakit, lalu obat apa? Ini yang harus transparan,” katanya.Zainal juga mengungkap bahwa keluarga korban memperoleh foto bercak darah di jenazah korban.


(prf/ega)