Jembatan Kewek Tetap Bisa Diperbaiki Meski Cagar Budaya, Disbud DIY: Keselamatan Utama

2026-01-11 03:42:53
Jembatan Kewek Tetap Bisa Diperbaiki Meski Cagar Budaya, Disbud DIY: Keselamatan Utama
YOGYAKARTA, – Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dian Lhaksmi Pratiwi, menegaskan, bangunan cagar budaya seperti Jembatan Kewek tetap dapat diperbaiki, bahkan hingga pada tingkat perubahan struktur apabila diperlukan untuk keselamatan publik.“Keselamatan manusia paling utama dimanapun, prinsip pelestarian keselamatan manusia yang utama, tetapi bagaimanapun juga kita upayakan nilai penting dari bangunan tetap ada meskipun bangunan itu memerlukan suatu perubahan,” ujar Dian saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa .Dian menjelaskan bahwa Jembatan Kewek memang termasuk dalam kategori cagar budaya, namun status penetapannya perlu dipastikan kembali."Iya (cagar budaya), tapi saya perlu cek dengan status penetapan CB-nya (cagar budaya),” ujarnya.Ia menambahkan bahwa kewenangan penetapan cagar budaya berada di tingkat kota dan kabupaten.Baca juga: Soal Perbaikan Jembatan Kewek, Sri Sultan: Saya Enggak Mau Ikut Campur Saat ini Pemkot Yogyakarta telah melakukan telaah terhadap kondisi Jembatan Kewek, dan Disbud DIY masih menunggu hasil resminya.Dia berharap proses telaah tersebut dapat segera rampung agar model perbaikan jembatan bisa ditentukan secepatnya.Dalam proses perbaikan bangunan cagar budaya, diperlukan studi teknis dan studi kelayakan untuk memastikan kondisi awal bangunan dan menentukan porsi struktur yang harus diganti atau diubah.“Mengapa perlu studi teknis dan kelayakan, karena dari situ bisa menentukan porsi-porsi diganti atau diubah,” kata Dian.Menurutnya, dokumentasi merupakan bagian penting dari setiap perubahan struktur karena menjadi bagian dari narasi sejarah jembatan.“Kekuatan struktur yang paling penting, tetapi sebenarnya narasi dan nilai penting tidak pernah hilang kalau strategi narasi terus berlanjut, jadi ada riwayat pemugaran,” jelasnya.Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa pihaknya akan melarang bus melintasi Jembatan Kleringan atau Jembatan Kewek menjelang libur Natal dan Tahun Baru.Jembatan berusia lebih dari 100 tahun ini menghubungkan kawasan Kotabaru dengan jalur wisata Malioboro dan kerap menjadi titik kemacetan pada masa libur panjang."Jembatan Kleringan itu sudah tua, kekuatannya sekarang tinggal 10 sampai 20 persen saja, sehingga berbahaya," kata Hasto, Rabu ."Saya ke depan tidak membolehkan bus masuk Malioboro lewat Jembatan Kleringan, karena terlalu dekat. Kalau ada bus atau truk lewat situ, rawan," lanjutnya.


(prf/ega)