PAD Jateng 2026 Ditarget Capai Rp 23,74 Triliun, BUMD Digenjot Sumbang Pemasukan

2026-01-12 11:35:51
PAD Jateng 2026 Ditarget Capai Rp 23,74 Triliun, BUMD Digenjot Sumbang Pemasukan
SEMARANG, – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026 meningkat sebesar 3,04 persen, menjadi Rp 23,74 triliun.Sementara itu, belanja daerah direncanakan lebih efisien dengan penurunan sebesar 2,79 persen.Pembiayaan daerah tercatat mencapai Rp 414,5 miliar, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp 484,5 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp70 miliar.Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan berbagai strategi untuk mencapai target tersebut dalam Nota Keuangan Rancangan APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2026.Baca juga: Pemda DIY Bakal Sewakan Rumah Dinas dan Lahan Kosong untuk Tambah PAD, Ini Beberapa LokasinyaHal ini disampaikan saat rapat paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kota Semarang.“Peningkatan pendapatan akan kami lakukan dengan penanganan piutang pajak melalui door to door (pintu ke pintu), razia kepatuhan, dan mempermudah akses pembayaran pajak melalui aplikasi Sakpole, Samsat Budiman, Samsat Corporate, Samsat Keliling, serta BUMDes,” kata Sumarno dalam keterangan tertulis, Kamis .Dia juga berencana mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.Perusahaan-perusahaan daerah tersebut akan dituntut untuk menjalankan pengembangan model bisnis yang adaptif dan berkelas.Sumarno menambahkan, sejumlah perbaikan performa BUMD telah dilakukan, termasuk pembangunan bisnis Rest Area Tol Solo-Semarang di KM 445B Tuntang, Kota Salatiga, yang dikelola oleh PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda).Selain itu, BUMD PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) juga telah resmi memulai operasional pabrik garam untuk industri pada Juni 2025, di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.Baca juga: Pemprov DIY Berencana Sewakan Aset Daerah untuk Tambah PAD, Diminta Tetap Patuhi AturanPerusahaan produsen garam ini merupakan satu-satunya yang memiliki unit pencucian garam atau washing plant di Jawa Tengah, dengan kapasitas produksi mencapai 20.000 ton per tahun.“SPJT digadang mampu menyumbang PAD dalam angka yang signifikan, mengingat potensi garam di Jawa Tengah sangat besar sebagai produsen garam krosok terbesar kedua di Indonesia,” ujar Sumarno.Lebih lanjut, Sumarno menambahkan bahwa pengembangan bisnis BUMD lainnya juga akan dilakukan, termasuk pembangunan greenhouse, perdagangan komoditas pangan, serta penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk kebutuhan industri.


(prf/ega)