- Di era digital yang menuntut kecepatan dan keterbukaan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah membuktikan bahwa tantangan ekspektasi publik yang tinggi dapat diubah menjadi lokomotif inovasi.Alih-alih merasa terbebani, KAI menjadikan transparansi dan pemanfaatan dunia digital sebagai praktik baik utama untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima. KAI memanfaatkan keterbukaan informasi, transparansi, dan inovasi berbasis digital untuk tidak hanya memenuhi, tetapi melampaui harapan masyarakat.Praktik baik tata kelola ini diangkat dalam perhelatan Festival Media Digital Pemerintah (FMDP) 2025, sebuah forum strategis bagi lembaga-lembaga pemerintah untuk berbagi strategi dan capaian transformasi digital.FMDP 2025 bertajuk "Partisipasi Publik di Ruang Digital: Sinergi untuk Transparansi" ini diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo, memberikan apresiasi kegiatan Festival Media Digital Pemerintah (FMDP) 2025 ini."Kami berharap Festival Media Digital Pemerintah 2025 ini akan menjadi ajang untuk meningkatkan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, dari pemerintah, masyarakat sipil, hingga sektor swasta, dengan tujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, berintegritas, dan bebas dari korupsi," ungkapnya."Pesan utama kami adalah bahwa pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita manfaatkan kekuatan media digital untuk mewujudkan Indonesia yang bersih," tandas Ibnu.KAI, melalui sesi berbagi, secara khusus menyoroti pentingnya mendorong keterbukaan informasi sebagai bagian tak terpisahkan dari tata kelola perusahaan modern.Kehadiran KAI di FMDP 2025 menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga pada komunikasi publik yang efektif dan akuntabel.Baca juga: KAI Percepat Normalisasi Jalur Sumatera Pasca Banjir Demi Keselamatan PenumpangDalam paparannya, Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, secara lugas memaparkan poin krusial yang menjadi landasan filosofi perubahan KAI. “Tantangan terberatnya itu ekspektasi publik yang tinggi terhadap PT. Kereta Api ini,” ungkap Anne.Tingginya harapan masyarakat, yang kini semakin kritis dan melek digital, menjadi pemicu utama bagi KAI untuk bergerak cepat dan merombak total pendekatan pelayanannya."Tujuan akhir dari digitalisasi dan keterbukaan informasi adalah komitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.KAI mengadopsi strategi yang memanfaatkan transparansi, keterbukaan informasi, dan dunia digital untuk mendorong inovasi pelayanan. Perusahaan tidak lagi menganggap kritik sebagai ancaman, melainkan sebagai sumber daya berharga untuk peningkatan.Volume masukan yang diterima KAI sangatlah besar, dalam satu semester di tahun 2025 saja, perusahaan menerima 12,3 juta suara pelanggan, dengan rata-rata 2.000 hingga 6.000 feedback per hari.Seluruh masukan ini dikelola melalui sistem customer relationship management untuk memprioritaskan yang disebut sebagai voice of customer.
(prf/ega)
FMDP 2025, KAI Ubah Ekspektasi Publik Jadi Inovasi Layanan Berbasis Digital dan Transparansi
2026-01-11 03:57:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:08
| 2026-01-11 02:20
| 2026-01-11 02:13
| 2026-01-11 02:01
| 2026-01-11 01:54










































