Anggota DPR Rajiv Gelar Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bandung

2026-02-04 00:49:49
Anggota DPR Rajiv Gelar Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bandung
Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv melakukan kegiatan gerakan pangan murah (GPM) bersama Badan Pangan Nasional (NFA). Kegiatan digelar di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung dan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.Menurutnya, gerakan pangan murah ini sebagai upaya untuk membantu meringankan beban masyarakat jelang hari raya natal 2025 dan tahun baru 2026 (nataru)."Gerakan Pangan Murah adalah salah satu program pemerintah bekerja sama dengan DPR RI di Komisi IV. Saya lihat antusiasnya agak lumayan masyarakat yang mengikuti program pemerintah gerakan pangan murah tersebut. Mudah-mudahan program ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, mudah-mudahan bisa meringankan sedikit," kata Rajiv melalui keterangannya, Kamis (18/12/2025).Adapun gerakan pangan murah yang digelar Rajiv di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini berupa beras, minyak, daging, dan komoditas pertanian lainnya.Untuk itu, Anggota Fraksi Partai Nasdem ini mengapresiasi Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Badan Pangan Nasional yang telah menyiapkan vendor secara baik dan profesional. Sebab, Rajiv mengecek langsung produk-produk yang dihasilkan sangat bagus kualitasnya seperti sayur mayur."Saya cek barang-barangnya seperti timun bagus. Bahkan, produknya dari Kabupaten Bandung ini bukan dari tempat lain. Kita Komisi IV DPR RI mengapresiasi Bulog dan Bapanas yang telah menyiapkan vendor-vendor dengan baik," ujarnya.Lebih lanjut, Rajiv mengatakan gerakan pangan murah ini sebagai respon langsung atas tekanan harga kebutuhan pokok yang masih dirasakan masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar operasi pasar temporer, tetapi bagian dari intervensi negara untuk memastikan pangan sebagai hak dasar warga tetap terjangkau terutama kelompok rentan."Fluktuasi harga pangan tidak bisa dibaca sebagai persoalan distribusi, tetapi juga cerminan lemahnya koordinasi hulu-hilir sektor pangan nasional. Di tengah ancaman perubahan iklim, ketidakpastian global, dan dinamika produksi dalam negeri, negara tidak boleh bersikap pasif," jelasnya.Oleh karena itu, Rajiv memastikan Komisi IV DPR RI akan terus mengawal kebijakan pangan nasional agar tidak menjauh dari kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, keberhasilan sektor pangan tidak diukur dari surplus angka semata, tetapi dari sejauh mana rakyat bisa mengakses pangan dengan harga wajar dan kualitas yang layak."Pangan adalah urusan keadilan. Ketika harga pangan tidak terkendali, yang terancam bukan hanya dapur rakyat, tetapi juga ketahanan bangsa," tegasnya.Untuk itu, Rajiv mengingatkan kehadiran langsung pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di tengah masyarakat melalui pangan murah merupakan bentuk keberpihakan nyata, sekaligus sinyal bahwa stabilitas pangan tidak sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar."Melalui gerakan pangan murah, pemerintah pusat dan daerah agar menjadikannya sebagai model kebijakan berkelanjutan, bukan agenda insidental," pungkasnya.Simak juga Video 'Mentan Targetkan Papua Bisa Swasembada Pangan dalam 2 Tahun':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-04 01:08