Identitas Pembunuh Bu Guru di Bogor Sudah Diketahui, Kini Diburu Polisi

2026-01-17 05:35:10
Identitas Pembunuh Bu Guru di Bogor Sudah Diketahui, Kini Diburu Polisi
Polisi telah mengantongi identitas terduga pembunuh seorang guru wanita bernama Arifianti (41) yang jenazahnya tergeletak di jalanan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Saat ini, pelaku tengah dalam pengejaran polisi."Sudah ada gambaran terduga pelaku, lagi dikejar," kata Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto kepada detikcom, Rabu (10/12/2025).Wikha menjelaskan bahwa terduga pelaku merupakan orang yang terakhir bertemu dengan korban. Ialah orang yang sempat memboncengi korban yang sudah tak bernyawa dengan sepeda motor."Terduga pelaku itu kemungkinan terakhir ketemu sebelum ditemukan meninggal sama terduga pelaku ini," ucapnya.Sebelumnya, wanita asal Jakarta Selatan ditemukan tewas dengan kondisi tangan terikat di pinggir jalan Desa Tlajungudik, Kabupaten Bogor. Korban bernama Arifianti (41) ini diduga tewas dibunuh."Dugaan kita ke situ (korban pembunuhan). Tapi kita masih pengembangan. Luka ada luka. Sementara itu dulu, ada luka," kata Kapolsek Gunungputri Kompol Aulia Robby dihubungi, Minggu (7/12).Aulia mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Polisi masih mengusut identitas terduga pelaku dalam kasus tersebut."Masih pendalaman. Pelakunya belum dapat, informasi sementara begitu. Masih penyelidikan, pengembangan," kata Aulia.Adapun jasad korban ditemukan pada Sabtu (6/12) sore. Polisi masih menyelidiki kejadian itu.Simak juga Video Pembunuh Wanita Hamil yang Tewas di Hotel Palembang Didor Polisi[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-17 04:25