Harga Perak Naik Tajam Sepanjang 2025, Bukan Sekadar Ikut Emas

2026-01-12 06:20:42
Harga Perak Naik Tajam Sepanjang 2025, Bukan Sekadar Ikut Emas
JAKARTA, - Lonjakan harga perak sepanjang 2025 menjadi salah satu cerita paling mencolok di pasar komoditas logam mulia. Sejak awal tahun hingga Sabtu , harga perak bergerak dari reli bertahap menjadi akselerasi tajam menjelang akhir tahun, bahkan menembus rekor demi rekor di pasar internasional.Pada Jumat , Reuters mencatat harga perak sempat menyentuh rekor di sekitar 78,53 dollar AS per troy ounce, naik sekitar 9 persen dalam sehari, dengan latar defisit pasar dan permintaan industri yang menguat.Baca juga: Harga Perak Melonjak 9 Persen, Cetak Rekor TertinggiPEXELS/MERWAK.RAW Ilustrasi perak, investasi perak.Pergerakan harga perak pada 2025 tidak berdiri sendiri.Harga perak menempel pada perubahan besar di lanskap global, yakni transisi energi yang menambah kebutuhan perak sebagai material industri, dinamika kebijakan suku bunga AS, pergeseran arus investasi logam mulia, hingga faktor pasokan yang relatif “kaku” karena perak banyak diproduksi sebagai produk samping penambangan logam lain.Berikut rangkaian faktor yang paling sering disebut mendorong kenaikan harga perak sepanjang Januari hingga 27 Desember 2025.Salah satu benang merah yang konsisten muncul sejak awal 2025 adalah narasi defisit pasokan. Pada 29 Januari 2025, Silver Institute menyatakan pasar perak diproyeksikan kembali mengalami defisit signifikan dan itu menjadi defisit untuk tahun kelima berturut-turut.Baca juga: Saat Emas dan Perak Cetak Rekor, Bitcoin Masih TertatihDalam rilisnya, lembaga tersebut menekankan bahwa permintaan industri diperkirakan tetap menjadi penggerak utama kondisi permintaan dan penawaran yang ketat. Gambaran defisit itu kemudian berulang. Pada 5 Juni 2025, menurut warta Reuters, harga perak menembus 35 dollar AS per ounce. Ini adalah level tertinggi lebih dari 13 tahun ketika itu.canva.com Ilustrasi perak batangan.Reli harga perak kala itu ditopang oleh permintaan industri dan defisit pasokan yang persisten. Kondisi defisit membuat pasar perak sensitif terhadap perubahan kecil di sisi permintaan maupun pasokan. Ketika permintaan meningkat, baik dari industri maupun investasi, maka pasokan tidak mudah mengejar.Baca juga: Harga Emas dan Perak Meroket, Prospek Logam 2026 Semakin CerahDi titik ini, defisit bertindak seperti “lantai” yang membuat harga lebih mudah terdorong naik saat ada katalis tambahan.Berbeda dengan emas yang dominan sebagai aset lindung nilai, perak memikul dua identitas, yakni logam mulia dan logam industri.Pada 2025, kaki industri itu terlihat makin kuat, terutama terkait rantai pasok energi baru dan elektrifikasi.Reuters, dalam laporan 27 November 2025, menyoroti bagaimana ekspansi kapasitas surya global dapat meningkatkan kebutuhan perak.Baca juga: Harga Emas dan Perak Melesat, Tanda Investor Tinggalkan Pola LamaPenambahan kapasitas surya global dan target instalasi beberapa tahun ke depan memberi implikasi besar terhadap konsumsi perak, dengan estimasi tambahan permintaan yang signifikan menuju 2030.Reuters juga merujuk ekspektasi International Energy Agency (IEA) terkait masifnya pemasangan kapasitas surya periode 2024–2030.Lonjakan harga perak ikut ditopang kebutuhan industri, mulai dari kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga pengembangan pusat data. 


(prf/ega)