Presiden Uzbekistan Pimpin KTT Asia Tengah, Usul Bentuk Komunitas Regional

2026-02-05 07:29:26
Presiden Uzbekistan Pimpin KTT Asia Tengah, Usul Bentuk Komunitas Regional
TASHKENT, – Pertemuan Konsultatif ketujuh para Kepala Negara Asia Tengah digelar pada Minggu di Uzbekistan, di bawah kepemimpinan Presiden Shavkat Mirziyoyev.Pertemuan puncak ini turut dihadiri oleh Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kirgistan Sadyr Japarov, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedov, serta Kepala Pusat Regional PBB untuk Diplomasi Preventif Asia Tengah, Kaha Imnadze.Menurut siaran pers kepresidenan Uzbekistan, pertemuan ini membahas sejumlah agenda penting, antara lain penguatan kerja sama regional dan pelaksanaan berbagai proyek strategis lintas negara.Baca juga: Uzbekistan Gegap Gempita Lolos Piala Dunia, Barisan Mobil Listrik Antre Diambil PemainPresiden Uzbekistan menyambut keikutsertaan Azerbaijan sebagai peserta penuh dalam format konsultatif ini.Ia menyebut langkah tersebut sebagai keputusan strategis yang mencerminkan kedekatan sejarah, budaya, dan nilai-nilai bersama di kawasan Asia Tengah dan Kaukasus Selatan.“Kita akan membangun jembatan kuat antara Asia Tengah dan Kaukasus Selatan, serta membuka ruang kerja sama tunggal untuk memperkuat konektivitas strategis dan stabilitas kawasan,” tegas Presiden Mirziyoyev.Dalam sambutannya, Presiden Uzbekistan juga menyoroti kemajuan integrasi regional selama beberapa tahun terakhir. Ia menyebut dialog terbuka antarnegara telah membuahkan solusi atas berbagai persoalan krusial, seperti penyelesaian sengketa wilayah, pembukaan perbatasan, kerja sama sektor air dan energi, serta pengembangan infrastruktur dan investasi.“Asia Tengah kini menjadi ruang pembangunan dinamis yang menawarkan peluang baru bagi pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.Ia menyebut, pada 2024, nilai perdagangan antarnegara Asia Tengah mencapai 10,7 miliar dollar AS. Sementara itu, total investasi di kawasan meningkat 17 persen dibanding tahun sebelumnya.Seiring penguatan kerja sama, sejumlah tantangan seperti terorisme, ekstremisme, dan kejahatan lintas negara juga menjadi perhatian bersama. Posisi Asia Tengah di panggung internasional pun kian menguat, ditandai oleh sinergi dalam format "Asia Tengah Plus" dan kesatuan suara di berbagai forum global.Presiden Mirziyoyev menekankan pentingnya memperkuat dasar kelembagaan kerja sama kawasan. Ia mengusulkan transformasi pertemuan ini menjadi format strategis yang disebut Komunitas Asia Tengah.Langkah awal yang diusulkan mencakup penyusunan aturan main baru, pembentukan sekretariat bergilir, dan peningkatan peran koordinator nasional menjadi utusan khusus presiden.Selain itu, Presiden Uzbekistan mengusulkan pembentukan Dewan Tetua yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh untuk memperkuat solidaritas dan identitas kawasan.Baca juga: Angklung Indonesia Menggema di Festival Jazz Internasional UzbekistanDi bidang ekonomi, Mirziyoyev menargetkan peningkatan volume perdagangan regional hingga dua kali lipat dalam jangka menengah.Ia menyoroti pentingnya menghapus hambatan administrasi, menyederhanakan prosedur perpajakan dan kepabeanan, serta mengembangkan kawasan industri bersama.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-05 07:12