Pasca Diguyur Hujan, Area Longsor Cibeunying Cilacap Jadi "Bubur"

2026-01-12 03:48:53
Pasca Diguyur Hujan, Area Longsor Cibeunying Cilacap Jadi
CILACAP, - Memasuki hari keempat pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tim SAR gabungan dihadapkan pada tantangan baru.Kondisi tanah di sekitar lokasi berubah menjadi "bubur" setelah wilayah setempat diguyur hujan deras pada Sabtu sore."Tadi malah hujan deras, bahkan posko jadi banjir, sehingga kondisi di lapangan tanah seperti bubur.""Ini menambah tantangan bagi kami di lapangan, sehingga butuh kekompakan," kata Komadan Kodim 0703 Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz di lokasi, Minggu .Baca juga: Gubernur Luthfi: Tak Mudah Relokasi Korban Longsor Cibeunying CilacapPantauan di lokasi, sebagian material tanah longsor terbawa aliran air hingga kawasan permukiman warga di bawahnya. Air bercampur lumpur itu mengalir melalui sungai dan selokan.Akibatnya, sejumlah titik jalan desa yang menuju lokasi dipenuhi lumpur. Selain itu, lumpur juga menutup areal persawahan di sekitarnya.Baca juga: Hari Keempat Longsor Cibeunying Cilacap, Alat Berat Ditambah, Area Pencarian Korban DipersempitSementara itu, Kepala Kantor SAR (Basarnas) Cilacap M Abdullah mengatakan, tidak ada pergeseran signifikan pada titik pencarian yang telah ditentukan."Tadi pagi tim telah melakukan assessment awal, tidak ada pergeseran titik-titik yang telah ditentukan," ujar Abdullah.Sekalipun terjadi pergeseran, kata Abdullah, tidak menjadi persoalan karena cakupan area pada masing-masing titik pencarian cukup luas.Baca juga: Longsor Cibeunying Cilacap, Gubernur Luthfi Minta Daerah Rawan Waspada"Masing-masing workseat 500 meter per regu, artinya daerah yang kemungkinan terjadi pergeseran sekitar 1-2 meter, masih terkendali," sebut Abdullah.Diberitakan sebelumnya, dalam operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, kembali menambah jumlah alat berat yang diturunkan ke lokasi menjadi 21 unit.Area pencarian juga akan dipersempit dari semula lima titik menjadi empat titik karena di salah satu titik seluruh korban telah dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.


(prf/ega)