Siapa Pemilik PT IMIP yang Mengoperasikan Kawasan Industri Morowali?

2026-02-04 19:30:50
Siapa Pemilik PT IMIP yang Mengoperasikan Kawasan Industri Morowali?
- Kawasan Industri Morowali atau Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.Terletak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kawasan ini menjadi pusat hilirisasi nikel dan logam dasar yang juga jadi bagian program hilirisasi tambang.Kawasan industri ini dikelola oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park, kawasan industri ini berkembang pesat dan kini menjadi rantai pasok global untuk industri stainless steel dan baterai kendaraan listrik.Mengutip laman resmi PT IMIP, pemegang saham terbesar di perusahaan ini adalah Shanghai Decent Investment Group yang menggenggam sahams sebanyak 49,69 persen.Baca juga: Kebakaran di Kawasan Industri IMIP Sulteng, Bahlil Turunkan TimUntuk diketahui, Shanghai Decent Investment adalah anak usaha Tsingshan Holding Group, salah satu perusahaan produsen baja terbesar di dunia asal China.Tsingshan Holdings didirikan pada tahun 1988 oleh konglomerat Xiang Guangda di Wenzhou. Perusahaan ini kemudian memasuki industri nikel Indonesia pada tahun 2009.Xiang Guangda adalah salah satu orang terkaya di China Daratan. Menurut catatan Forbes pada 2018, kekayaan Xiang Guangda mencapai 28 miliar dollar AS.Selain PT IMIP yang bisnis intinya adalah pengelolaan kawasan industri nikel, Tsingshan Holdings juga memiliki anak usaha lainnya di Indonesia yang nilai investasi sangat besar, yakni PT Tsingshan Steel Indonesia (PT TSI).PT TSI adalah perusahaan pemilik beberapa smelter yang ada di kawasan industri yang dikelola PT IMIP. PT TSI memproduksi nikel dalam bentuk pig iron dengan kapasitas produksinya mencapai 500.000 ton per tahun.Untuk mendukung operasional smelter, raksasa nikel China ini juga membangun pembangkit listrik di Morowali berkapasitas 2x65 Megawatt (MW).Baca juga: Cerita Busra dan Asa Morowali di Balik Industri Nikel IMIPTsingshan Holdings juga mengoperasikan smelter lainnya di IMIP melalui PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS).Perusahaan ini sempat jadi sorotan pada Desember 2023 lantaran fasilitas smelternya meledak hingga menyebabkan 18 orang meninggal, termasuk beberapa di antaranya pekerja WN China.Selain beroperasi di Indonesia, operasi Tsingshan Holding Group juga terbesar di India, Singapura, Amerika Serikat, dan negara-negara lain, serta mengelola lebih dari 15 anak perusahaan atau kantor perwakilan.Kawasan Industri Morowali Indonesia, proyek luar negeri pertama dari Grup Tsingshan melalui PT IMIP, terletak di Morowali di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan total luas yang direncanakan lebih dari 2.000 hektar.Yang menarik, masih menurut laman resmi perusahaan, selain kehadiran PT ITSS dan PT TSI, ada beberapa perusahaan besar China di IMIP yang diklaim sebagai rantai pasok industri nikel dari hulu ke hilir yang terbesar di dunia.Perusahaan-perusahaan China tersebut antara lain PT Sulawesi Mining Investment Indonesia (SMI), PT Guangqing Nickel Corporations Indonesia (GCNS), PT Indonesia Ruipu Nichrome (IRNC), and PT Dexin Steel Indonesia (DSI).Baca juga: PT IMIP Respons KLH terkait Dugaan Pelanggaran LingkunganSelain Shanghai Decent Investment yang dimiliki Tsingshan Holding Group, pemilik PT IMIP lainnya adalah perusahaan lokal PT Sulawesi Mining Investment sebesar 25 persen, dan PT Bintang Delapan Investama dengan porsi saham 25,31 persen.Bila ditelusuri lebih jauh, saham perusahaan lokal PT Bintang Delapan Investama juga masih terafilisasi dengan perusahaan China.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-04 17:43