Zulhas: Jika MBG Mau Berjalan Baik, Koordinasi Lintas Sektor Harus Baik!

2026-01-14 18:43:17
Zulhas: Jika MBG Mau Berjalan Baik, Koordinasi Lintas Sektor Harus Baik!
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengemban tugas baru sebagai Ketua Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG (Makan Bergizi Gratis). Zulhas mengatakan langkah pertama yang akan ia lakukan adalah memastikan koordinasi lintas sektor yang berkepentingan terhadap penyelenggaraan MBG berlangsung dengan baik. Menurut Zulhas, penyelenggaraan MBG akan berlangsung baik jika koordinasi lintas sektor berjalan baik."MBG ini wajahnya pemerintah, program utama Presiden, dan programnya ini mendasar, besar dan berdampak luas. Sungguh tidak mudah. Oleh sebab itu, banyak pihak tentu harus terlibat. Jadi jika MBG mau berjalan baik, koordinasi lintas sektor harus baik!," tegas Zulhas dalam program Blak-blakan detikcom.Zulhas tidak menampik jika penyelenggaraan MBG masih belum sempurna. Ia bersama tim akan segera mencari solusi untuk memecahkan masalah-masalah yang ada sehingga lambat laun penyelenggaraannya bisa berlangsung baik."Saya mengakui, disini kita juga ada call center banyak yang laporan ini itu terkait MBG. Kita ingin ideal, sedang menuju ideal itu, cuma belum sampai ke situ, semua butuh proses," ujar Zulhas."Segala hal Presiden tahu soal MBG, karena dapat perhatian penuh.Apa-apa tentang MBG pasti Presiden terima laporan setiap hari," tambah Zulhas.Zulhas menargetkan pada Maret tahun depan, penerima manfaat MBG akan menembus angka 82,9 juta orang. Ia juga menerangkan akan segera merapatkan barisan Tim Penyelenggaraan MBG dan mengatur strategi jitu agar mendapatkan solusi terbaik untuk memecahkan permasalahan penyelenggaraan MBG.Lalu apa saja langkah-langkah yang akan diambil Zulhas demi mempercepat perbaikan penyelenggaraan MBG? Saksikan selengkapnya pada program Blak-blakan detikcom dalam kanal 20Detik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-14 18:14