Menko PMK Minta Maaf Jika Ada Kekurangan Penanganan Bencana di Sumatera

2026-01-16 11:55:52
Menko PMK Minta Maaf Jika Ada Kekurangan Penanganan Bencana di Sumatera
Menko PMK Pratikno meminta maaf jika penanganan bencana banjir hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terdapat kekurangan. Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, Pratikno mengatakan pemerintah akan berupaya maksimal menangani bencana."Kami juga memohon maaf apabila dalam upaya penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini masih terdapat kekurangan," kata Pratikno saat konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025)."Tapi instruksi dari Bapak Presiden sudah sangat jelas, kita harus mengerahkan seluruh sumber daya dari pemerintah pusat, seluruh kementerian lembaga, TNI, Polri, BNPB agar setiap jam, setiap menit, ada perbaikan percepatan dan peningkatan respons terhadap kebutuhan masyarakat," imbuhnya.Lebih lanjut Pratikno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penanganan bencana, mulai petugas hingga relawan, yang berjibaku di lapangan menyelamatkan para korban dalam situasi tidak mudah."Terakhir kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat solidaritas dan tetap bersatu demi keselamatan dan recovery pemulihan semua pihak. Saya kira itu yang bisa kami sampaikan atas nama Bapak-bapak yang ada di sini," ujarnya.Pratikno menyebut seluruh kementerian dan lembaga diminta Prabowo bekerja ekstra-responsif menyelamatkan korban. Termasuk untuk proses pemulihan berbagai fasilitas dan layanan vital."Artinya, terus dilakukan penanganan nasional dengan mengerahkan sumber daya maksimal pemerintah pusat dari seluruh kementerian dan lembaga, baik itu BNPB, termasuk juga luar biasa dari TNI dan Polri," ujarnya. Tonton juga video "Akankah Musibah di Sumatera Jadi Bencana Nasional? Ini Kata Pratikno"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 11:43