Gus Yahya Ajak Warga NU Donasi Rp 20.000 Per Keluarga untuk Penanggulangan Bencana

2026-02-01 19:49:11
Gus Yahya Ajak Warga NU Donasi Rp 20.000 Per Keluarga untuk Penanggulangan Bencana
JAKARTA, - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengajak warga NU berdonasi sebesar Rp 20.000 per keluarga untuk penanggulangan bencana lewat program “Satu Juta Keluarga NU Peduli Bencana."Gus Yahya pun meresmikan laman filantropi.nu.or.id sebagai wadah bagi warga NU yang ingin berdonasi untuk membantu korban banjir di Sumatera.“Gagasannya adalah kita ingin memobilisasi keluarga-keluarga NU untuk ikut berpartisipasi menyumbang bagi penanggulangan bencana ini. Di situ ditulis gagasannya kira-kira kalau satu keluarga kita harapkan bisa berkontribusi mungkin Rp 20.000 per keluarga ya,” kata Yahya di kantor PBNU, Jakarta, Selasa .Baca juga: Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Diberhentikan Sementara Buntut Umrah Saat BencanaGus Yahya menegaskan, NU harus berusaha untuk berkontribusi lebih besar dalam penanggulangan bencana.Ia menyebutkan, PBNU akan mengerahkan lebih banyak warga NU untuk membantu penanganan bencana banjir di tiga provinsi di Sumatera.Gus Yahya mengatakan, bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dampaknya masif sehingga butuh penanganan dengan sumber daya yang lebih banyak.Baca juga: Donasi Warga Kaur Bengkulu Rp 232,5 Juta untuk Korban Bencana SumateraDengan masifnya basis kekuatan NU, Yahya meyakini NU dapat ikut memberikan bantuan yang lebih banyak kepada para korban."Masya Allah, digambarkan tentang korban-korbannya, ada kampung-kampung yang hilang sama sekali dan sebagainya. Itu membutuhkan mobilisasi sumber daya yang besar untuk mengatasi dampaknya,” lanjut dia.Hingga Senin sore pukul 16.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 961 jiwa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-01 19:23