Warga Ukraina Tuding Chip Buatan Amerika Jadi "Otak" Senjata Rusia

2026-02-04 01:04:58
Warga Ukraina Tuding Chip Buatan Amerika Jadi
Ringkasan: - Sejumlah warga Ukraina berbondong-bondong melayangkan gugatan ke beberapa perusahaan produsen chip kenamaan Amerika Serikat, termasuk Texas Instruments (TI).Gugatan yang diajukan lewat pengadilan di Texas ini menuduh perusahaan AS lalai melakukan pelacakan chip yang seharusnya dibatasi peredarannya.Karena kelalaian itu, chip tersebut diklaim dimanfaatkan untuk menggerakkan sistem senjata Rusia dan Iran, hingga menyebabkan kematian tak wajar pada tahun lalu.Selain TI, beberapa perusahaan chip AS lainnya yang terseret dalam gugatan ini yaitu AMD serta Intel. Menurut dokumen gugatan, ketiga perusahaan chip itu mengabaikan laporan publik, peringatan pemerintah, hingga tekanan investor, khususnya agar lebih giat melacak tujuan akhir chip-nya.Mereka juga dinilai tak serius menutup saluran distribusi gelap yang mengalihkan chip ke pihak yang terdampak sanksi di Rusia dan Iran.TI misalnya, menolak rekomendasi dewan direksi untuk memperkuat kepatuhan terhadap pembatasan ekspor, meskipun investor khawatir akan dampak finansial bila gagal dilakukan.Para penggugat mengeklaim, vendor-vendor chip itu justru mengutamakan keuntungan dengan memanfaatkan saluran berisiko tinggi, ketimbang menyelamatkan nyawa manusia.Menurut pengacara utama penggugat, Mikal Watts, para perantara yang memesan chip secara massal dan online selama ini hanya mencentang kotak pernyataan bahwa produk tersebut tidak akan dikirim ke negara yang dikenai sanksi."Ada daftar ekspor. Kami tahu persis apa yang membutuhkan lisensi dan apa yang tidak. Dan perusahaan tahu kepada siapa mereka menjual. Namun sebaliknya, mereka hanya mengandalkan kotak centang 'Saya tidak mengirim ke Putin'. Itu saja. Tidak ada penegakan hukum dan pertanggungjawaban," jelas Watts.Sementara itu, warga Ukraina menghadapi lima serangan yang diklaim menggunakan senjata yang ditenagai chip TI, AMD serta Intel. Salah satunya merupakan serangan yang dinilai paling mematikan di Kyiv, di mana rumah sakit anak terbesar Ukraina menjadi target pada Juli 2024. Beberapa warga sipil yang menggugat kasus ini yaitu mereka yang selamat dari serangan itu, khususnya setelah pulih dari luka parah. Beberapa lainnya merupakan orang selamat tetapi kehilangan orang yang mereka cintai hingga mengalami trauma.Gugatan itu menyebutkan bahwa Rusia tidak akan mampu mencapai target mereka tanpa chip yang dipasok dari AS. Chip dari perusahaan AS itu konon dipakai sebagai otak dari sistem senjata, termasuk drone, rudal tanpa awak, hingga rudal balistik."Chip ibarat kemudi mobil. Tanpanya, rudal dan drone tidak ada artinya," ujar Watts.Dok. Intelijen Pertahanan Ukraina via CNN Komponen yang ditemukan dalam Rudal Iskander 9M727 Rusia yang menghantam gedung pemerintah Ukraina di Kyiv pada Minggu berasal dari AS dan Eropa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-04 00:59