Warga Sumberlangsep "Ogah" Mengungsi, Pemkab Lumajang Siapkan Lumbung Sosial di Bukit

2026-01-13 11:24:51
Warga Sumberlangsep
LUMAJANG, - Pemerintah Kabupaten Lumajang terpaksa membuat lumbung sosial di bukit yang dijadikan tempat pengungsian oleh warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.Hal ini lantaran banyak warga Sumberlangsep yang enggan mengungsi ke Balai Desa sebagai posko pengungsian resmi yang dibangun Pemkab Lumajang.Ratusan warga lebih memilih ke kawasan perbukitan yang ada di sekitar rumahnya di Dusun Sumberlangsep.Baca juga: Banjir Lahar Semeru, Aktivitas Pertambangan Pasir di Jugosari Lumajang DilarangKepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Lumajang Vidia Prayuasmi mengatakan, saat ini sebanyak 345 warga memilih mengungsi ke perbukitan yang ada di Dusun Sumberlangsep.Sedangkan, di posko pengungsian hanya terdapat 45 warga dan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan warga lain yang memilih mengungsi ke bukit.Oleh karenanya, Pemkab Lumajang akhirnya menyiapkan lumbung sosial yang diletakkan di bukit yang jadi tempat mengungsi ratusan warga.Lumbung sosial yang ada di bukit berisi makanan siap saji, biskuit anak, sembako, terpal, hingga tandon air bersih."Yang bikin lumbung sosial itu desa, untuk pengisian dari lumbung sosial salah satunya dari Dinsos dan BPBD Lumajang," kata Vidia melalui pesan WhatsApp, Rabu .Baca juga: Penutupan Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang, Antisipasi Cuaca EkstremVidia menjelaskan, keberadaan lumbung sosial merupakan langkah antisipasi apabila Dusun Sumberlangsep kembali terisolir akibat banjir lahar Gunung Semeru.Meski begitu, kebutuhan makan sehari-hari para pengungsi di bukit tetap dipenuhi oleh dapur umum yang berada di posko pengungsian Balai Desa Jugosari."Adanya lumbung sosial itu sebagai bentuk mitigasi karena Sumberlangsep merupakan wilayah yang terisolir jika ada banjir lahar yang melewati sungai," jelasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-13 11:31