GSN Targetkan 5.000 Becak Listrik Tersebar Akhir Tahun, Kini Sudah 2.303 Unit

2026-02-04 05:37:50
GSN Targetkan 5.000 Becak Listrik Tersebar Akhir Tahun, Kini Sudah 2.303 Unit
JAKARTA, - Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang menargetkan 5.000 becak listrik sudah dibagikan pada akhir tahun 2025.Ia menyebut, dukungan distribusi itu berasal dari Presiden Prabowo Subianto.Pengadaan becak listrik bekerja sama dengan dua perusahaan, yakni PT Pindad (Persero) dan PT Len Industri (Persero)."Yang di LEN itu 1.000, yang di Pindad 10.000. Nah, ini kita belum, agak lama. Ini kan becak listrik ini pertama lho di dunia, baru di Indonesia. Jadi, ya akhir tahun ini paling enggak 5.000 lah, ya," kata Nanik, usai bertemu Presiden Prabowo, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis .Baca juga: Refly Harun Cs Walk Out, Jimly Asshiddiqie: Saya Hargai Sikapnya, Itu Aktivis SejatiNanik mengatakan, saat ini sudah ada 2.303 becak listrik yang dibagikan GSN.Dananya berasal dari uang pribadi Presiden Prabowo.Pembagiannya pun sudah dimulai sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan)."Sebarannya itu di Pulau Jawa saat ini, tapi nanti Insya Allah di seluruh Indonesia. Jadi, sekarang ini lansia dulu yang kita kasihkan, mereka yang usianya di atas 60 tahun, ya itu yang kita berikan," tutur dia.Baca juga: Minyak Jelantah MBG Diekspor ke Singapore Airlines, Kepala BGN: Harga Dua Kali LipatNanik tidak memungkiri, pembagian membuat kerja pengayuh becak bekerja lebih muda.Saat ini, kata Nanik, pendapatan rata-rata pengayuh becak sudah meningkat tiga kali lipat."Dan saya juga kaget sekarang jadi pada bersemangat. Tadinya kan yang seperti hilang harapan orang-orang sepuh, karena memang selama ini sudah puluhan tahun mereka becak tapi selalu kalah dengan ojol, dengan yang lain-lain ya. Kemudian juga tenaga mereka berkurang, tapi dengan mereka mendapatkan becak listrik ini kan teringankan," ujar Nanik.Baca juga: Wakil Kepala BGN: Dari 11 Juta Santri, Baru 2 Persen Terima MBGIa menyatakan, bantuan dapat diperluas dengan memberikan modal kerja.Pemberian modal kerja ini hanya diberikan kepada mereka yang memiliki jiwa entrepreneur."Mereka memang yang sudah 40 tahun naik becak kan enggak bisa diubah, dia harus berdagang. Jadi, mungkin nanti yang mau berdagang ya kita berikan modal. Tapi, yang terus becak ya kita berikan becak listrik. Insya Allah sebentar lagi 10.000 kita sudah akan berikan, ya," ujar Nanik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 04:05