Masih Bingung Cas HP Sampai 80 Persen atau 100 Persen? Ini Penjelasannya

2026-01-16 13:33:58
Masih Bingung Cas HP Sampai 80 Persen atau 100 Persen? Ini Penjelasannya
Ringkasan: - Salah satu kebiasaan dalam mengisi daya HP yang cukup populer disarankan adalah HP sebaiknya diisi daya atau dicas hanya sampai 80 persen, tidak perlu sampai penuh 100 persen.Saran tersebut sering dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan baterai agar lebih awet dan tidak cepat menurun. Dengan battery health yang terjaga, pengguna disebut tak perlu sering mengganti baterai dalam waktu singkat.Baca juga: 10 Tips Menjaga Battery Health iPhone agar Tidak Cepat Turun Drastis, MudahNamun, di sisi lain, HP pada dasarnya dirancang untuk bisa diisi daya hingga 100 persen. Dengan adanya perbedaan saran dan desain HP ini, beberapa pengguna mungkin bakal bingung sebenarnya cas HP sebaiknya sampai berapa persenApakah cas HP hanya sampai 80 persen atau bisa hingga penuh 100 persen? Untuk menjawabnya, pengguna perlu memahami cara kerja pengisian daya baterai dan faktor yang berpengaruh terhadap battery health.Untuk diketahui, sebenarnya tidak ada aturan baku soal angka persentase ideal saat mengecas HP. Saran cas HP sampai 80 persen muncul dari persoalan tegangan listrik pada proses pengisian daya di baterai jenis lithium-ion yang digunakan di banyak HP saat ini.Secara umum, pengisian daya terdiri dari dua proses, yaitu pengisan daya dari 0-80 persen dan berlanjut ke 80-100 persen. Dikutip dari Android Authority, pada pengisian daya 80-100 persen, terdapat tegangan listrik yang tinggi.Tegangan listrik pada baterai akan secara bertahap meningkat hingga daya penuh 100 persen. Tegangan listrik yang tinggi dapat membebani baterai. Tegangan yang rendah bisa mengurangi beban baterai dan dapat sedikit memperpanjang masa pakai baterai.Tegangan listrik yang bagus untuk sedikit memperpanjang usia pakai baterai berada di rentang 30-80 persen. Jadi, pengguna disarankan untuk mengisi daya saat 30 persen dan mencabutnya jika sudah mencapai 80 persen.Saran cas HP sampai 80 persen pada dasarnya bukan aturan mutlak. Jika ditilik lebih lanjut pada laman resmi beberapa produsen HP seperti Apple, Samsung, dan Google (Pixel), mereka tidak menyebutkan pengisian daya sebaiknya dilakukan hingga berapa persen.Dengan kata lain, pengguna sejatinya diperbolehkan untuk cas HP sampai 100 persen. Cas HP sampai 100 persen bakal cukup berguna ketika pengguna hendak menggunakan HP di luar ruangan (jauh dari sumber listrik) untuk waktu yang lama.Dengan mengisi daya hingga penuh, pengguna dapat memakai durasi pemakaian HP yang lebih lama sebelum perlu diisi ulang kembali, ketimbang hanya mengisi daya baterai sampai 80 persen saja.Ketimbang melarang pengguna untuk mengisi daya hingga penuh 100 persen, ketiga produsen HP tersebut sama-sama menegaskan hal atau tindakan yang harus dihindari pengguna untuk menjaga kesehatan baterai HP.Baca juga: 8 Cara Cas HP yang Benar Supaya Baterai AwetDi laman resmi Apple, Samsung, dan Google, terdapat satu saran yang sama untuk menjaga battery health HP tidak turun drastis, yaitu pengguna diminta untuk menjaga HP tidak terkena suhu panas ekstrem.Suhu panas di HP itu bisa datang dari berbagai sumber. Misal, cas sambil bermain HP, cas dengan kondisi HP memakai pelindung (case), atau tengah berada di lokasi yang panas (terpapar matahari langsung).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-16 12:32