Viva Yoga Ajak Tokoh dan Pemuda Islam Bersatu, Soroti Lemahnya Kekuatan Politik Islam

2026-01-12 10:35:58
Viva Yoga Ajak Tokoh dan Pemuda Islam Bersatu, Soroti Lemahnya Kekuatan Politik Islam
Jakarta - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) RI Viva Yoga Mauladi menekankan pentingnya peran tokoh dan pemuda Islam dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Pimpinan Daerah 1 Pemuda Muhammadiyah Lamongan Periode 2023–2027 di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis .Viva Yoga mengatakan aspirasi perlunya gerakan kebersatuan umat Islam juga dirasakan sejumlah pimpinan nasional. Ia menuturkan hal itu pernah muncul saat dirinya berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.Advertisement“Sebagian besar juga menginginkan harus ada gerakan kebersatuan dari tokoh-tokoh Islam,” ujarnya.Viva Yoga menyayangkan minimnya kekuatan politik Islam dalam peta demokrasi Indonesia, berbeda dengan masa lampau ketika Partai Masyumi memiliki posisi signifikan. Saat ini, kata dia, sejumlah partai Islam bahkan gagal melampaui ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.“Sekarang banyak juga partai-partai Islam yang tidak memiliki parliamentary threshold sehingga tidak bisa masuk ke Senayan,” tegasnya.Karena itu, ia mengingatkan pentingnya persatuan dan kesadaran kolektif umat Islam agar tidak mudah terpecah oleh kepentingan pragmatis.“Harus ada kesadaran kolektif agar bisa bersatu, jangan dijadikan kayu bakar, jangan terpecah-belah oleh hal-hal yang bersifat pragmatisme. Misalnya soal tambang dan lain sebagainya. Itu hal-hal yang remeh-remeh sebenarnya,” katanya. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 09:58