Kasus Perusakan Kebun Teh Pangalengan, Polisi Dalami Dugaan Pencucian Uang

2026-02-02 13:38:19
Kasus Perusakan Kebun Teh Pangalengan, Polisi Dalami Dugaan Pencucian Uang
BANDUNG, - Polresta Bandung membuka peluang berkembangnya penyidikan kasus perusakan kebun teh di Pangalengan ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).Indikasi aliran dana yang mengarah ke berbagai usaha lain diduga terkait hasil pengelolaan lahan yang dirusak.Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, temuan sementara menunjukkan adanya perluasan manfaat ekonomi dari aktivitas perusakan kebun teh tersebut."Tidak menutup kemungkinan nanti akan berkembang ke TPPU-nya, tindak pidana pencucian uang. Ini akan kami terus dalami dan kami kejar," ujarnya saat ditemui di Mapolresta Bandung, Kamis .Baca juga: Enam Pelaku Perusakan Kebun Teh Pangalengan Jadi Tersangka, Polisi Tetapkan Donatur sebagai Aktor UtamaMenurut Aldi, rangkaian aktivitas itu telah berlangsung selama beberapa tahun.Hal tersebut membuka potensi terjadinya pengaburan asal-usul uang."Karena sudah beberapa tahun, bisa saja berkembang ke pencucian uang. Hasil dari perusakan kebun teh, dari penanaman itu, kan uangnya akhirnya bercabang-cabang untuk usaha lain. Ini akan kami dalami terkait TPPU-nya," kata dia.Selain fokus pada dugaan TPPU, polisi juga tengah menelusuri laporan polisi lain yang berkaitan dengan kasus serupa.Aldi menyebut terdapat proses pendalaman yang saat ini tengah berjalan."Ada LP lain yang masih kami dalami. Kemungkinan akan naik ke penyidikan sehingga mungkin akan ada tersangka lain," ujarnya.Aldi menegaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya menyasar para pekerja di lapangan, tetapi juga pihak yang mendanai dan mengarahkan aksi tersebut.Baca juga: Investigasi Kasus Perusakan Teh Pangalengan, Donatur Lain Ditemukan"Intinya kami Polresta Bandung tidak ragu-ragu, kami tegas. Bukan hanya kepada para pekerja, tapi juga kepada donaturnya. Aktornya sudah kami tahan, inisial AB," tuturnya.Kemungkinan adanya aktor lain di lokasi berbeda juga masih terbuka."Kalaupun ada aktor lain di TKP lain, ini masih didalami, masih dilakukan pemeriksaan. Ketika alat bukti terpenuhi, pasti akan ditahan juga," ujar Aldi.Untuk saat ini, para tersangka dijerat Pasal 170 dan 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 12:11