- Memasuki tahun baru 2026, resolusi menurunkan berat badan kerap menjadi target banyak orang.Sayangnya, diet masih sering dipersepsikan sebagai proses yang menyiksa, harus menahan lapar, menghindari makanan favorit, hingga memangkas porsi makan secara ekstrem.Namun, menurut dokter gizi, diet sehat justru tidak perlu membuat tubuh tersiksa.Dokter Spesialis Gizi Klinik RSAB Harapan Kita, dr. Jessica Ferdi, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa diet sejatinya bukan sekadar upaya mengurangi makan.Diet adalah pengaturan pola makan yang mencakup jenis, jumlah, frekuensi, dan kualitas makanan, sesuai kebutuhan masing-masing individu.“Diet itu bukan hanya soal mengurangi asupan, tapi bagaimana kita mengatur makanan agar metabolisme tubuh tetap sehat dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi,” ujar dr. Jessica dalam siaran Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dikutip pada Kamis .Baca juga: Diet Membentuk Badan, Ini Cerita Komang Kecilkan Lingkar Pinggang 7 Cm dalam 8 BulanDokter Jessica menekankan bahwa setiap orang sebenarnya sudah melakukan diet dalam kehidupan sehari-hari, karena diet berarti mengatur pola makan.Namun, ada kelompok tertentu yang memang membutuhkan pengaturan diet lebih terencana, seperti orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, individu dengan berat badan kurang, pasien dengan penyakit tertentu, hingga kelompok khusus seperti ibu hamil, menyusui, anak dalam masa tumbuh kembang, dan lansia.“Diet juga berperan penting untuk mendukung terapi medis, mencegah komplikasi penyakit, dan menjaga kualitas hidup,” jelasnya.Salah satu kesalahan paling umum saat menjalani diet adalah terlalu berfokus pada angka di timbangan.Banyak orang merasa diet berhasil jika berat badan turun drastis, tanpa memperhatikan perubahan komposisi tubuh.“Yang ideal itu bukan hanya berat badan turun, tapi lemak berkurang dan massa otot tetap terjaga,” kata dr. Jessica.Penurunan berat badan yang terlalu cepat justru berisiko menghilangkan massa otot.Padahal, otot berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh.Jika massa otot menurun, metabolisme bisa melambat dan berat badan lebih mudah naik kembali.freepik Komang Santi berhasil mengecilkan lingkar pinggang 7 cm dalam 8 bulan lewat pola makan realistis dan weightlifting, tanpa diet ekstrem. Ini ceritanya.
(prf/ega)
Resolusi Diet Tahun Baru, Ini Tips Sehat Tanpa Menahan Lapar Menurut Dokter
2026-01-12 03:00:10
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:34
| 2026-01-12 02:24
| 2026-01-12 02:23
| 2026-01-12 01:46
| 2026-01-12 01:00










































