Jadwal KRL Solo-Jogja 29 Desember 2025, Masih Ada Tambahan Perjalanan

2026-01-13 08:27:50
Jadwal KRL Solo-Jogja 29 Desember 2025, Masih Ada Tambahan Perjalanan
- Untuk Anda yang berencana bepergian dengan KRL Solo–Jogja, jadwal perjalanan pada hari ini, 29 Desember 2025 bisa jadi panduan praktis merencanakan perjalanan.Layanan commuter line ini melayani rute dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta (Tugu) dengan total 13 stasiun pemberhentian.KRL Solo–Jogja banyak dipilih penumpang karena menawarkan perjalanan yang relatif cepat, tarif yang terjangkau, serta jadwal keberangkatan yang tersedia sejak pagi hingga malam hari.Tak heran, moda transportasi ini menjadi andalan warga maupun wisatawan yang ingin berpindah antara Solo dan Yogyakarta.Sepanjang perjalanan, KRL Solo–Jogja melintasi rute Palur–Solo Jebres–Solo Balapan–Purwosari–Gawok–Delanggu–Ceper–Klaten–Srowot–Brambanan–Maguwo–Lempuyangan–Yogyakarta.Total lama perjalanan berdurasi rata-rata sekitar 1 jam 15 menit hingga 1 jam 30 menit, tergantung kondisi perjalanan.Soal tarif, penumpang tak perlu khawatir. KRL Solo–Jogja memberlakukan tarif flat Rp 8.000 untuk sekali perjalanan, baik jarak dekat maupun jauh, dengan sistem tiket tanpa tempat duduk.Dilansir dari laman resmi Commuterline, KRL Solo–Jogja menerapkan tambahan perjalanan baik dari arah Yogyakarta maupun Palur selama libur Nataru atau periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.“Penambahan 4 perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur ini dilakukan untuk memberikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal selama masa libur panjang,” jelas Karina.Berikut daftar jam keberangkatan KRL Solo–Jogja di tiap stasiun, mulai keberangkatan paling pagi sampai paling malam yang dilansir dari aplikasi Acess by KAI.Jadwal lengkap: 05.00 WIB, 06.05 WIB, 07.15 WIB, 07.40 WIB*, 08.56 WIB, 10.40 WIB, 11.07 WIB*, 12.10 WIB*, 12.50 WIB, 13.43 WIB, 15.35 WIB, 16.35 WIB, 18.05 WIB, 19.45 WIB, 20.42 WIBJadwal lengkap: 05.06 WIB, 06.11 WIB, 07.21 WIB, 07.47 WIB*, 09.02 WIB, 10.46 WIB, 11.13 WIB*, 12.16 WIB*, 12.56 WIB, 13.49 WIB, 15.41 WIB, 16.41 WIB, 18.11 WIB, 19.51 WIB, 20.48 WIBJadwal lengkap: 05.13 WIB, 06.18 WIB, 07.27 WIB, 07.52 WIB*, 09.08 WIB, 10.52 WIB, 11.19 WIB*, 12.23 WIB*, 13.03 WIB, 13.55 WIB, 15.48 WIB, 16.47 WIB, 18.19 WIB, 20.01 WIB, 20.54 WIBJadwal lengkap: 05.18 WIB, 06.23 WIB, 07.32 WIB, 07.56 WIB*, 09.13 WIB, 10.57 WIB, 11.24 WIB*, 12.28 WIB*, 13.08 WIB, 14.00 WIB, 15.53 WIB, 16.52 WIB, 18.24 WIB, 20.06 WIB, 20.59 WIBJadwal lengkap: 05.26 WIB, 06.31 WIB, 07.40 WIB, 08.03 WIB*, 09.20 WIB, 11.04 WIB, 11.42 WIB*, 12.36 WIB*, 13.16 WIB, 14.07 WIB, 16.01 WIB, 16.59 WIB, 18.31 WIB, 20.14 WIB, 21.06 WIB


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-13 06:37