Kena Macet di Puncak: Begini Saran Ahli Soal Penggunaan Rem Tangan

2026-01-16 10:38:18
Kena Macet di Puncak: Begini Saran Ahli Soal Penggunaan Rem Tangan
SOLO, - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur ke daerah puncak dengan kontur jalan menanjak dan menurun.Namun, akibat lonjakan volume kendaraan di libur Nataru sering memicu kemacetan panjang, terutama di jalur menanjak, sehingga pengemudi perlu lebih berhati-hati.Seperti saat macet di tanjakan kawasan puncak, banyak pengemudi ragu memakai rem tangan karena dianggap hanya berfungsi sebagai rem parkir dan berisiko membuat kampas cepat aus, padahal anggapan tersebut keliru.Baca juga: Terjebak Macet di Puncak? Perhatikan Ini buat Pemilik Mobil CVTParyudi, Technical Leader Nasmoco Bantul, mengatakan, anggapan tidak boleh menahan mobil dengan rem tangan di tanjakan adalah salah.suzuki.co.id Ilustrasi tuas rem parkir atau rem tangan“Bila tidak boleh pakai rem tangan, misal mau pakai rem utama dengan menginjak pedal, aktuatornya kan sama saja, yakni kampas rem, bedanya kalau pedal diinjak yang menekan piston karena ada dorongan minyak rem, sementara rem tangan tuas pengungkit,” ucap Paryudi kepada Kompas.com, baru-baru ini.Paryudi menjelaskan bahwa rem parkir pada mobil memiliki beberapa jenis, mulai dari rem tangan model tuas, tipe tarikan, pedal kaki, hingga electronic parking brake (EPB).“Ketika rem parkir diaktifkan, apa pun jenis tuasnya, sama saja mereka menekan kampas pada rem belakang, baik rem yang berjenis tromol atau cakram, untuk EPB motor akan menekan kampas,” ucapnya.Menurutnya, ada jenis rem belakang mobil yang memisahkan fungsi rem tangan dan rem pedal, seperti pada sistem rem kombinasi cakram–tromol.Baca juga: Catat, Ini 3 Titik Kemacetan di Jalur Puncak“Ada pada mobil-mobil tahun lama, rem cakram digabungkan dengan tromol, bagian cakram bekerja ketika pedal rem diinjak, sementara tromol hanya saat rem tangan ditarik, bentuk kampasnya memang lebih kecil,” ucap Paryudi.Paryudi menjelaskan, rem tangan tipe kombinasi memiliki konstruksi yang lebih ringkih karena fungsinya bukan untuk menghentikan laju mobil, namun tetap aman digunakan untuk menahan kendaraan saat berhenti di tanjakan.“Saat mobil tertahan di tanjakan, artinya roda dalam kondisi diam, sementara kampas akan cepat aus bila hanya ada gesekan, seperti untuk mengerem dengan roda masih dalam kondisi berputar,” ucap Paryudi.Paryudi menegaskan, rem tangan tetap aman digunakan untuk menahan mobil di tanjakan karena pada dasarnya fitur seperti hill start assist (HSA), electronic parking brake (EPB), dan auto brake hold juga bekerja melalui kampas rem belakang, sama seperti rem tangan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-16 10:16