Jembatan Tambang Ambruk di Kongo, 49 Orang Tewas

2026-01-12 06:57:55
Jembatan Tambang Ambruk di Kongo, 49 Orang Tewas
KOLWEZI, – Sedikitnya 49 orang tewas setelah jembatan darurat runtuh di lokasi tambang kobalt di selatan Republik Demokratik Kongo (DRC).Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu di tambang Mulondo, wilayah Kawama, provinsi Lualaba.“Ini adalah insiden tragis,” kata Menteri Dalam Negeri Provinsi Lualaba, Roy Kaumba Mayonde, kepada Xinhua.Baca juga: Fitomining: Cara Baru Tambang Nikel dari TanamanIa menambahkan bahwa para penambang tidak resmi memaksa masuk ke area tambang yang sempat ditutup karena hujan lebat dan risiko longsor.Untuk mencapai lokasi, mereka membangun jembatan darurat di atas parit keamanan, yang kemudian runtuh akibat beratnya kerumunan, menewaskan puluhan orang.Menurut laporan Service for Assistance and Supervision of Artisanal and Small-scale Mining (SAEMAPE), kejadian ini kemungkinan dipicu oleh kepanikan massal yang “mungkin disebabkan oleh tembakan yang dilepaskan oleh personel militer yang menjaga lokasi.” Namun, pihak militer belum memberikan tanggapan atas tudingan ini.Mayonde menjelaskan bahwa jembatan tersebut dibangun sendiri oleh para penambang dan tidak mampu menahan banyak orang yang menyeberang secara tergesa-gesa.Ia menyebut bahwa perusahaan tambang di Kongo “sering menjadi korban invasi semacam ini oleh penambang ilegal.”SHUTTERSTOCK/SALIENKO EVGENII Ilustrasi pertambangan. Sekitar 1,5 hingga 2 juta orang di Kongo bekerja di industri penambangan artisanal yang tidak diatur.Aktivitas ini tetap berlangsung meskipun menimbulkan risiko tinggi bagi para penambang dan perusahaan.Baca juga: 32 Orang Terperangkap akibat Tambang Batu Bara Runtuh di AfghanistanGambar-gambar yang beredar di media sosial, meski belum diverifikasi, menunjukkan tubuh-tubuh penambang tergeletak sementara warga setempat menyaksikan dengan ngeri.Pihak berwenang mendorong para penambang artisanal untuk memanfaatkan tawaran pelatihan alternatif di bidang agribisnis yang disediakan pemerintah, sebagai upaya mencegah terulangnya tragedi serupa.Provinsi Lualaba, yang kaya akan mineral seperti tembaga dan kobalt, masih menghadapi tantangan besar terkait penambangan ilegal.Kobalt yang diekstraksi di Kongo memiliki aplikasi pertahanan, dirgantara, dan menjadi komponen penting dalam baterai kendaraan listrik.Namun, proses penambangannya sering disertai masalah pekerja anak, pelanggaran hak asasi manusia, dan korupsi.Selain itu, sebuah insiden lain terjadi pada Senin di Kolwezi, ketika sebuah pesawat yang membawa delegasi Kementerian Pertambangan, termasuk Menteri Pertambangan Louis Watum Kabamba, terbakar saat mendarat.Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa korban jiwa. Delegasi ini menuju Kolwezi untuk menindaklanjuti penyelidikan terhadap runtuhnya jembatan di tambang Mulondo.Pihak berwenang provinsi telah menangguhkan semua aktivitas penambangan artisanal di lokasi dan mengumumkan penyelidikan resmi untuk memastikan penyebab tragedi serta menentukan tanggung jawab.Baca juga: Jaga Warisan Sejarah dari Aktivitas Tambang, Gereja 113 Tahun Dipindah Utuh


(prf/ega)