TAPANULI TENGAH, - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, mengakui bahwa roda pemerintahan daerah dalam menangani bencana banjir dan longsor ikut terkendala.Masinton menyebut, keterbatasan personel menjadi salah satu hambatan utama karena mayoritas pegawai Pemda Tapteng turut menjadi korban bencana."Ini pun kami masih kondisi hujan, kondisi waswas. Jadi, memang dengan kemampuan personel (terbatas) karena 80 persen juga pegawai kami ini korban juga," ungkap Masinton saat meninjau lokasi bencana di Kecamatan Tukka, Minggu sore.Karena sebagian besar aparatur sipil negara (ASN) menjadi korban bencana, Masinton pun meminta masyarakat untuk memaklumi situasi dan mengajak warga untuk saling bekerja sama.Baca juga: Kota Sibolga Sumut Kembali Terendam Banjir akibat Hujan Deras"Maka, kami berharap juga masyarakat agar kita bergotong royong sama-sama. Pemerintah dan masyarakat bergotong royong sama-sama agar kita cepat pulih," lanjutnya.Selain faktor jumlah pegawai, Masinton juga menyoroti kurangnya alat berat untuk membersihkan material longsor yang memutus akses ke sejumlah kecamatan.Masinton menyebut, kerusakan diperparah oleh material kayu sisa pembalakan liar yang hanyut dari hulu."Kami memang membutuhkan banyak alat berat untuk membuka akses di daerah Tapanuli Tengah karena tertimbun longsor, ada yang putus dan lain sebagainya. Begitu pun dengan banyaknya timbunan kayu hasil pembalakan di atas yang terbawa sampai ke desa-desa," ucap Masinton.Ia menjelaskan bahwa beberapa wilayah, seperti Kecamatan Sitahuis, Sibabangun, dan beberapa desa lainnya masih terisolasi hingga saat ini.Baca juga: Bobby Nasution: Ada 11 Titik Jalur Tarutung-Sibolga Putus Total, Jalannya Ambles"Personel bisa kami backup, cuma peralatan untuk menjangkau akses-akses yang memang sulit. Nah, jadi kami juga mohon maaf kalau banyak masyarakat yang belum terjangkau," tambahnya.Kendati demikian, Masinton menegaskan Pemkab Tapteng akan terus menyalurkan berbagai kebutuhan pokok bagi warga pengungsi."Bantuan tidak hanya mi instan, ya. Sekarang itu kami sedang distribusikan terus-menerus, ada telur, beras, dan lainnya, juga pakaian, apa segala macam itu sedang kami upayakan," kata Masinton.Ia menyebut akan memastikan tidak adanya penimbunan logistik di gudang pemerintah."Kami ingin barang itu tidak lagi tersetok di gudang, distribusi, distribusi. Namun, kami juga satu keterbatasan akses juga," ucapnya.Baca juga: Supermarket di Sibolga Kembali Buka, Dijaga TNI dan PolisiSebagai solusi terputusnya akses, Masinton pun akan menerapkan strategi pembagian posko di beberapa titik strategis, seperti di Sorkam, Barus, Tukka, dan Sibabangun.
(prf/ega)
Masinton Akui Pemerintahan Tapteng Sulit Atasi Bencana: 80 Persen Pegawai Juga Terdampak
2026-01-12 06:20:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:51
| 2026-01-12 05:55
| 2026-01-12 04:34
| 2026-01-12 04:31
| 2026-01-12 04:19










































