Siap Jadi Orangtua Tak Cukup soal Usia, Ini Pentingnya Kematangan Emosi Menurut Psikolog

2026-01-12 04:40:56
Siap Jadi Orangtua Tak Cukup soal Usia, Ini Pentingnya Kematangan Emosi Menurut Psikolog
– Tak sedikit orang yang menganggap kesiapan menjadi orang tua ditentukan oleh usia, kondisi ekonomi, atau status pernikahan.Namun, menurut psikolog, faktor terpenting yang sering luput diperhatikan justru adalah kematangan emosi.Tanpa kematangan emosional, peran sebagai orangtua bisa menjadi tantangan berat dan berisiko berdampak pada kesejahteraan anak.Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D. menegaskan bahwa kesiapan menjadi orangtua idealnya sudah dibangun jauh sebelum seseorang menikah dan memiliki anak.Kematangan emosi menjadi fondasi utama dalam membentuk pola asuh yang sehat dan aman bagi anak.Baca juga: Manfaat Co-parenting bagi Kesehatan Mental Anak, Meningkatkan Percaya DiriKematangan emosi sering disalahartikan sebagai kemampuan menahan amarah atau bersikap sabar setiap saat.Padahal, menurut Novi, kematangan emosional lebih luas dari itu.Individu yang matang secara emosi mampu mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosinya secara tepat, tanpa meluapkannya secara berlebihan atau memendamnya hingga meledak."Seseorang yang siap jadi orangtua itu harus mampu mengelola dan meregulasi emosinya dengan baik. Secara sosial, ia juga mampu berkomunikasi dalam berbagai situasi dan membangun relasi yang sehat," jelas Novi dikutip dari ANTARA, Kamis .Kemampuan ini sangat penting karena orangtua akan menghadapi berbagai situasi penuh tekanan, mulai dari kelelahan fisik, tuntutan pengasuhan, hingga konflik dalam keluarga.Baca juga: Apakah Luka Batin akibat Pola Asuh Otoriter Bisa Menurun ke Anak?Novi menjelaskan bahwa pada usia dini, terutama 0–7 tahun, anak belajar banyak hal secara tidak sadar melalui pengamatan.Proses ini dikenal sebagai teori social learning, di mana anak meniru perilaku orang-orang terdekatnya, khususnya orang tua."Anak belajar mengenal emosi dan cara mengelolanya dari orang tuanya. Jika orangtua terbiasa merespons masalah dengan marah, diam berkepanjangan, atau kekerasan verbal, anak akan meniru pola yang sama," jelasnya.Sebaliknya, orangtua yang mampu mengelola stres, berkomunikasi dengan tenang, dan mengekspresikan emosi secara sehat memberi contoh positif bagi perkembangan emosional anak.Baca juga: Waspada, Ini 7 Ciri Pola Asuh Orangtua Gaslighter Menurut Psikologfreepik Siap jadi orangtua tak cukup soal usia. Psikolog menekankan pentingnya kematangan emosi untuk mencegah stres dan kekerasan dalam pengasuhan anak.Selain kematangan emosi, kesiapan menjadi orang tua juga mencakup kematangan kognitif dan sosial.


(prf/ega)