Meniti Jalan Pengabdian Sang Polisi Penggali Kubur

2026-01-31 06:55:54
Meniti Jalan Pengabdian Sang Polisi Penggali Kubur
Jakarta - Hari itu sudah larut. Joko Hadi terlelap lebih awal. Kebetulan cuaca hujan petir. Sehingga tak ada aktivitas lain bisa dilakukan.Ponselnya tiba-tiba berbunyi. Tepat di pukul 02 dini hari. Dalam keadaan setengah sadar, dia menjawab panggilan tersebut. Di ujung telepon, seseorang memintanya melakukan penggalian kubur malam itu juga.Joko coba menjelaskan keadaan. Tetapi penelepon memohon. Akhirnya dia tak bisa menolak. Sebagai penggali kubur, Joko menyadari permintaan tolong bisa datang kapan saja. Dia pun harus selalu siap.Advertisement"Saya pernah jam tengah dua ditelepon suruh gali, padahal saat itu lagi hujan petir. Tapi ya bagaimana lagi memang sudah tugas saya. Jadilah tengah malam itu saya menggali dalam keadaan berlumpur," ucap pria berpangkat Bintara Kepala ini saat berbincang dengan Sabtu .Joko Hadi sebenarnya berprofesi sebagai polisi di Polsek Samarinda Ulu. Sehari-hari, dia bertugas sebagai Bintara Administrasi Umum atau dikenal dengan istilah Basium.Dia lolos seleksi penerimaan Bintara Polri di tahun 2005. Meski sudah 20 tahun mengabdi di Korps Bhayangkara, Joko memilih tak melepas pekerjaan sebagai penggali kubur. Alasannya sederhana. Menjadi ladang amal jariyah untuk kehidupannya kelak di akhirat. Dia sangat percaya, ketika memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan mempermudah urusannya di kemudian hari."Saya anggap ini bekal buat mati. Saya anggap ini bagian dari amal jariyah buat bekal ketika suatu hari saya meninggal dunia," ujar pria berusia 38 tahun itu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-31 05:51