Lokakarya Kolaborasi Indonesia dan Taiwan dalam Peningkatan Tata Kelola Sampah Plastik Laut di Indo-Pasifik

2026-01-11 23:28:31
Lokakarya Kolaborasi Indonesia dan Taiwan dalam Peningkatan Tata Kelola Sampah Plastik Laut di Indo-Pasifik
Jakarta - The Habibie Center (THC) dan Ocean Affairs Council (OAC) Taiwan menyelenggarakan Lokakarya Internasional dengan mengusung tema 'Indonesia-Taiwan Collaboration in Scaling Up Marine Plastic Debris Governance in the Indo-Pacific'.Lokakarya internasional ini merupakan kelanjutan dari kerja sama THC dan OAC dalam proyek tata kelola sampah laut di Indonesia. Sesi lokakarya ini melibatkan pembicara dari Indonesia, Jepang, Filipina, dan Taiwan.Acara ini dibuka oleh Direktur Eksekutif THC Mohammad Hasan Ansori dan Direktur Departemen Pembangunan Internasional OAC Lee Shan Ying.AdvertisementAnsori menggarisbawahi urgensi kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di wilayah tangkapan sampah laut di Indo-Pasifik, terutama Indonesia dan Taiwan."Masalah timbunan sampah plastik di laut sudah semakin mendesak dan semakin meningkat setiap tahunnya telah mencemari laut dan sekitarnya," ujar Ansori melalui keterangan tertulis, Kamis ."Sehingga diperlukan kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di wilayah tangkapan sampah laut di Indo-Pasifik, terutama Indonesia dan Taiwan. Kerja sama ini bertujuan untuk mengintegrasikan kekuatan dan berbagi pengalaman dalam meminimalisasi sampah yang lepas ke badan air, seperti sungai, danau, dan laut," sambung dia.Direktur Departemen Pembangunan Internasional OAC Lee Shan Ying menyambut baik yang disampaikan Ansori. Lee meminta generasi muda dilibatkan untuk menjaga laut di Indo-Pasofoc agar tidak banyak sampah pelastik yang bisa merusak ekosistem."Dalam kolaborasi multipihak ini juga penting untuk melibatkan generasi muda. Taiwan memiliki ragam inovasi berbasis komunitas yang dikelola oleh anak-anak muda secara aktif," ucap Lee."Utamanya, karena sejak kecil, mereka sudah dibiasakan untuk memilah sampah, baik itu sampah plastik, sampah makanan, maupun jenissampah lainnya. Hal ini terus kami dorong melalui pengajaran di sekolah dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya memiliki lingkungan yang bersih," sambung Lee. 


(prf/ega)