Angin Kencang Masih Berpotensi Melanda Jabodetabek hingga 21 Desember 2025

2026-01-12 05:40:00
Angin Kencang Masih Berpotensi Melanda Jabodetabek hingga 21 Desember 2025
JAKARTA, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi angin kencang masih dapat melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) hingga 21 Desember 2025.Kondisi ini terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan yang disertai dinamika atmosfer di wilayah barat Indonesia."Prediksi BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih terjadi hingga 21 Desember 2025 di wilayah Jabodetabek," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin .Guswanto menjelaskan, penguatan angin tersebut berkaitan dengan perbedaan tekanan udara dan aktivitas awan hujan yang intens.Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang yang Melanda Jakarta dan SekitarnyaPada periode ini, hujan lebat disertai petir dan angin kencang lebih sering terjadi, mengingat bulan Desember merupakan periode puncak musim hujan di wilayah barat Indonesia.Meskipun begitu, intensitas angin diprediksi berangsur menurun setelah pertengahan Desember.Oleh karena itu, Guswanto mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, genangan, hingga gangguan aktivitas transportasi."Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak seperti pohon tumbang, genangan, dan gangguan aktivitas," ucap dia.Baca juga: Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga Februari 2026 Sebelumnya, BMKG menjelaskan penyebab angin kencang yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.Fenomena ini terjadi seiring penguatan dinamika atmosfer regional yang memasuki puncak musim hujan.Berdasarkan hasil analisis atmosfer BMKG, kecepatan angin di atas wilayah Jabodetabek tercatat mencapai 30 knot di lapisan atmosfer bawah.Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak langsung di permukaan, terutama saat hujan lebat dan pembentukan awan konvektif.Baca juga: Daftar Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Jabodetabek Termasuk?Guswanto menjelaskan bahwa penguatan angin terpantau jelas dalam analisis pola aliran udara.“Berdasarkan analisis streamline pukul 14.00 WIB, kecepatan angin di atas Jakarta (Jabodetabek) mencapai 30 knot di lapisan 925 hPa atau di ketinggian 2.500 kaki,” ujar Guswanto.Ia menambahkan, bulan Desember merupakan periode puncak musim hujan yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas atmosfer, mulai dari pembentukan awan hujan, perbedaan tekanan udara, hingga dinamika angin yang lebih kuat.“Angin kencang di Jakarta saat ini merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem di puncak musim hujan,” jelas Guswanto.


(prf/ega)