Polisi Tunggu Pendapat Ahli Pidana soal Tewasnya Terapis Spa di Jaksel

2026-01-15 10:21:17
Polisi Tunggu Pendapat Ahli Pidana soal Tewasnya Terapis Spa di Jaksel
Kasus tewasnya terapis berinisial RTA (14) di Pejaten, Jakarta Selatan (Jaksel), terus diusut. Pihak kepolisian masih menunggu pendapat dari ahli pidana untuk menjadi pertimbangan mengembangkan kasus tersebut."Terkait perkembangan kasus Delta kami masih menunggu hasil pendapat ahli pidana. Di mana pendapat dari ahli pidana ini akan jadi pertimbangan juga dan jadi masukan selama proses kami dalam penyelidikan," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Jaksel AKP Citra Ayu, Kamis (27/11/2025).Pendapat ahli pidana tersebut nantinya digunakan untuk melihat apakah statusnya bisa ditingkatkan menjadi penyidikan. Kemudian, apakah ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Kakak korban juga telah dimintai keterangan."Sudah, sudah kita mintai keterangan juga (kedua kakak korban). Memang membenarkan terkait identitasnya yang digunakan oleh RTA untuk mendaftar pekerjaan," jelasnya.Citra menjelaskan, salah satu kakaknya telah mengirim surat agar laporannya dicabut. Namun pihaknya juga menunggu pendapat ahli pidana untuk menindaklanjuti surat permohonan tersebut."Kita masih menunggu pendapat ahli pidana dulu, kemudian gelar, ke depannya seperti apa itu nanti akan di-update lagi," sebutnya.Sebelumnya, keluarga terapis berinisial RTA (14), yang tewas di Pejaten, Jakarta Selatan, mencabut laporan polisi. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Lilipaly mengatakan keluarga RTA berdamai dengan pihak spa."Pada tanggal 13 Oktober itu, pelapor, dalam hal ini kakak korban, juga mengirimkan surat kepada penyidik, bahwa laporan tersebut dicabut karena sudah ada perdamaian antara korban dan pelapor," kata Nicolas di Polres Jakarta Selatan, Selasa (21/10).Namun Nicolas mengatakan pihaknya tetap mengusut kasus itu meski keluarga korban berdamai dengan pihak spa. Dia menegaskan penyelidikan belum disetop."Apakah kasus ini dapat diselesaikan secara RJ atau secara kekeluargaan atau tidak. Terkait dengan hal itu, kami sampai sini masih tetap melakukan penyelidikan," ucap dia.Mayat RTA ditemukan pada Kamis (2/10) pukul 05.00 WIB. Polisi mengatakan ada saksi yang mendengar teriakan wanita sebelum korban ditemukan.Lihat juga Video: Terapis Pijat di Medan Ditemukan Tewas Tanpa Busana[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-15 10:16