Proyek Bioetanol Kurang Libatkan Petani, Intensifikasi Lahan Perkebunan Belum Optimal

2026-02-01 21:19:06
Proyek Bioetanol Kurang Libatkan Petani, Intensifikasi Lahan Perkebunan Belum Optimal
JAKARTA, - Pembangunan industri bahan bakar nabati atau biofuel di Indonesia dinilai masih mengabaikan petani.Sektor hulu sebagai penyedia bahan baku untuk bioetanol didominasi oleh pertanian rakyat dengan komoditas tebu, singkong, atau sorgum. Namun, kegiatan produksi, distribusi, dan pemanfaatan bioetanol pada sektor hilir dikelola oleh perusahaan skala besar.Baca juga: Petani belum menjadi aktor sentral yang harus memperoleh nilai tambah optimal dari rantai pasok bioetanol.Padahal, keberhasilan pembangunan industri bioetanol tidak hanya diukur dari volume produksinya saja. Keberhasilan pembangunan industri bioetanol juga diukur dari dampak sosio-ekonominya terhadap petani.Peneliti dari Pusat Studi Energi UGM, Irham menilai, persaingan kepentingan antara pangan dengan energi atau bioetanol dari tebu tergolong kecil. Yang diolah menjadi bioetanol dari tebu adalah produk sampingannya (byproduct) yaitu molase atau tetes tebu dan bagasse atau ampas tebu."Jadi begitu bioetanol ini kita leverage (perbesar daya ungkitnya atau potensi keuntungan), ya otomatis petani akan senang. Karena molasenya itu bisa dibeli dengan harga yang lebih tinggi," ujar Irham di Jakarta, Senin .Ia mengkritik cara berpikir ekstensifikasi atau perluasan lahan perkebunan tebu oleh pemerintah untuk peningkatan produksi bioetanol. Menurut dia, intensifikasi lahan perkebunan tebu di Indonesia saja sampai sekarang belum dioptimalkan."Potensi fakta tebu kita hanya sepertiganya saja (yang dimanfaatkan), kenapa tidak kita tingkatkan, terutama (perkebunan) milik petani. Singkong juga sama, (hanya) sepertiga dari potensi, bibit, varietasnya, dan seterusnya itu tidak (sesuai) standar," tutur Irham.Baca juga: /HERU DAHNUR Bulir sorgum.Petani menanam tebu dengan cara di-ratoon atau dibiarkan tumbuh kembali usai panen. Saat ratoon dilakukan terus-menerus, hasil rendaman dari tebu sangat rendah.Menurut Irham, tingkat pendidikan petani di Indonesia relatif rendah sehingga sistem penyuluhan untuk meng-upgrade pengetahuan perlu diperkuat.Ia berharap setiap perusahaan mempunyai penyuluh yang mampu menjelaskan untung-rugi dan peluang-risiko moral hazard menjadi bagian dari rantai pasok bioetanol.Irham menganggap kesenjangan pengetahuan petani dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi tebu, singkong, dan sorgum untuk bioetanol perlu diakhiri."Gimana para penyuluh sekarang sudah melempem, itulah kenapa petani tidak pernah di-upgrade. Gap knowledge di tebu dan singkong juga besar, apalagi di sorgum," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-02-01 20:13