Polair Ungkap Kronologi Terdamparnya 2 Warga Negara Inggris di Pamekasan

2026-02-01 16:06:47
Polair Ungkap Kronologi Terdamparnya 2 Warga Negara Inggris di Pamekasan
PAMEKASAN, - Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polres Pamekasan mengungkap kronologi terdamparnya dua orang berkewarganegaraan Inggris di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin .Sebelumnya, sebuah perahu layar mendadak bersandar di Pelabuhan Branta pada Jumat, 28 November 2025, pukul 16.30 WIB.Kapal jenis pesiar itu berisi dua penumpang berkewarganegaraan Inggris, Daniel Alexander dan John Kasatpolair Polres Pamekasan Ipda Isrok Wahyudi mengungkapkan, kapal yang dinaiki dua warga Inggris mengalami masalah pada mesin."Setelah kami interogasi, mereka mengaku mengalami kendala pada mesin utama," katanya, Senin.Baca juga: 2 Warga Inggris Terdampar di Pamekasan Jatim Akibat Mesin Perahu Layar BermasalahMenurut Isrok, dua WNA asal Inggris itu sudah mendeteksi ada masalah pada kapal pesiar mereka sebelum berangkat berlayar.Namun, kedua warga asing yang berangkat dari Batam menuju Surabaya itu tetap nekad berlayar.Nahasnya, di tengah perjalanan, mesin mengalami kendala di tengah laut sehingga keduanya menggunakan sistem pelayaran emergency."Untuk mencari perlindungan dan pertolongan mereka akhirnya merapat ke Pelabuhan Branta," ujar Isrok.Baca juga: Didepak Indonesia, 23 Kontainer Radioaktif Terdampar 12 Hari di FilipinaKOMPAS.COM/Polair Polres Pamekasan Perahu layar jenis pesiar yang dibawa dua warga Inggris di Pelabuhan Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Senin Isrok Wahyudi menyampaikan, sesuai keterangan dua warga Inggris, keputusan berlabuh di Pamekasan bukan hanya akibat faktor masalah pada mesin. Tapi juga akibat cuaca ekstrem yang terjadi di tengah laut.Keduanya memutuskan menepi ke pantai, karena menilai gelombang yang cukup tinggi membahayakan kondisi perahu layar yang tengah bermasalah."Dengan mesin sedang bermasalah mereka tidak mengambil risiko dan memilih ke pelabuhan," kata Isrok.Lebih lanjut, dia mengatakan, mesin kapal pesiar tersebut tidak mengalami kerusakan total tetapi masih harus menunggu alat dari luar negeri untuk dilakukan perbaikan.Selain itu, Isrok menegaskan bahwa polair sudah memeriksa sejumlah dokumen perahu layar buatan Inggris tersebut.Baca juga: Kapal Hypergamy asal Inggris Tiba di Bali, Trimaran Pertama yang Berlabuh di Benoa MarinaKini, Polair masih terus melakukan pengawasan terhadap dua WNA asal Inggris dan kapal pesiar yang terdampar tersebut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-01 15:50