Kampus-kampus Aceh Bergerak, Masak 500 Porsi per Hari untuk Mahasiswa dan Warga

2026-01-12 05:17:59
Kampus-kampus Aceh Bergerak, Masak 500 Porsi per Hari untuk Mahasiswa dan Warga
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong respons cepat berbagai kampus mendukung masyarakat terdampak banjir di Sumatera, salah satunya dengan membangun dapur umum.Hal ini antara lain dilakukan oleh Universitas Syiah Kuala (USK), Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, hingga Universitas Al Muslim Bireuen.Posko dapur umum dibuka sejak 30 November 2025 bagi mahasiswa yang terdampak bencana. Serta, kampus membuka donasi untuk mendukung keberlanjutan dapur umum ini hingga keadaan pulih sepenuhnya.Rektor USK, Marwan menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek untuk memastikan respons perguruan tinggi berjalan cepat dan terarah. USK bergerak segera setelah menerima informasi terkait banjir dengan membentuk Satgas Respons USK.Kemudian dilakukan pendataan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa terdampak, serta segera mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah kenaikan harga dan keterbatasan akses memasak. “Dapur umum di Syiah Kuala menyediakan hingga 500 porsi makan per hari, baik untuk mahasiswa juga warga yang terdampak. Untuk mendukung proses pemulihan, USK juga menetapkan masa libur kuliah sementara hingga 13 Desember 2025," ujar Marwan, Sabtu dalam siaran pers dari Kemdiktisaintek.Baca juga: Mendikdasmen Jelaskan Mekanisme Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Marwan menambahkan, USK menilai ini suatu hal yang sangat positif dan respons yang sangat bagus dari kementerian untuk melakukan backup di daerah-daerah terdampak. Dia berharap langkah ini bisa dilakukan dengan baik pada masa tanggap darurat hingga masa rehabilitasi serta rekonstruksi bencana.Pendirian dapur umum juga dilakukan oleh ISBI Aceh. Rektor ISBI Aceh, Wildan mengatakan kampusnya mengoperasikan dapur umum dengan menyediakan makanan dua kali sehari serta posko tanggap darurat.Jumlah mahasiswa penerima bantuan masih terus didata karena sebagian besar belum mendaftar.“Yang terdaftar saat ini sekitar 150 mahasiswa, tetapi panitia menyiapkan sekitar 200 porsi per hari, dan itu selalu habis. Jadi, meskipun porsinya masih terbatas, paling tidak sampai 200 porsi sudah bisa kita layani per hari,” ujar Wildan.Wildan memastikan bahwa operasional dapur umum akan dilanjutkan sampai kondisi dinyatakan stabil. Ia menilai keberadaan dapur umum sangat membantu pemenuhan kebutuhan makan sementara bagi mahasiswa dan warga terdampak.Baca juga: Unhas Kirim Tim Medis ke 3 Wilayah di Sumatera Bantu Korban Banjir


(prf/ega)