KETAPANG, – Kantor Imigrasi Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) soroti tindakan 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang diduga menyerang lima prajurit TNI dan satu warga sipil di sekitar kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM).Kantor Imigrasi Ketapang akan menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran keimigrasian dalam kasus tersebut.Peristiwa yang terjadi pada Minggu itu juga sedang didalami aparat kepolisian.Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) Kantor Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, menegaskan pihaknya siap mendukung langkah Aparat Penegak Hukum (APH).Baca juga: 15 WN China Diduga Mengamuk dan Serang Prajurit TNI di Tambang Emas Ketapang“Kami dari pihak Imigrasi siap mendukung untuk melakukan tindakan keimigrasian, bilamana terdapat gangguan ketertiban dan keamanan yang disebabkan oleh keberadaan orang asing,” kata Ida Bagus kepada wartawan, Senin .Ida Bagus menjelaskan, hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung di tingkat kepolisian.Sementara ini pihaknya belum mendapat laporan resmi dari pihak PT SRM maupun pihak lain yang merasa dirugikan.“Saat ini Polres Ketapang dan Polsek Tumbang Titi masih mendalami kejadian tersebut. Informasi terakhir, belum ada laporan pengaduan yang masuk ke polsek,” jelas Ida Bagus.Baca juga: WNA China Wu Lili Ditapkan Tersangka usai Tabrak Dua Mahasiswi di SemarangDiketahui, penyerangan itu berlangsung ketika lima anggota TNI melaksanakan kegiatan Latihan Dalam Satuan (LDS) di area PT SRM.Dugaan penyerangan itu juga menimpa satu petugas pengamanan sipil perusahaan.Dalam insiden itu, satu unit mobil perusahaan dan sepeda motor milik karyawan PT SRM mengalami kerusakan.Para WNA asal China diduga membawa senjata tajam dan airsoft gun saat melakukan aksi.Dugaan sementara, insiden bermula ketika empat WNA China menerbangkan drone di kawasan tambang PT SRM pada Minggu Saat aparat dan petugas keamanan berupaya mengejar serta meminta klarifikasi, sebelas WNA China lainnya datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam dan diduga langsung melakukan penyerangan.Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan klarifikasi untuk mendalami peristiwa tersebut.“Sementara kami masih melakukan proses klarifikasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menindaklanjuti pendataan terhadap WNA yang diduga melakukan penyerangan,” kata Harris saat dihubungi Kompas.com, Senin .Baca juga: WNA Buat Video Asusila di Pantai Kelingking Bali, Polisi Cari PelakunyaHarris menambahkan, jajaran Polsek Tumbang Titi telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian sejak Minggu .Hingga saat ini, belum ditemukan adanya korban jiwa dan situasi di sekitar area tambang terpantau kondusif.“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif,” tegas Harris.
(prf/ega)
Imigrasi Ketapang Soroti 15 WNA China yang Diduga Serang 5 Prajurit TNI di Tambang Emas
2026-01-12 07:33:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:42
| 2026-01-12 07:36
| 2026-01-12 07:20
| 2026-01-12 06:39
| 2026-01-12 05:48










































