Usir Nenek Elina dari Rumahnya, Tersangka Muhammad Yasin Baru Bergabung dengan Madas

2026-01-17 03:10:31
Usir Nenek Elina dari Rumahnya, Tersangka Muhammad Yasin Baru Bergabung dengan Madas
SAMPANG, - Salah seorang tersangka pengusiran nenek Elina Wijayanti (80) di Surabaya, Muhammad Yasin, baru bergabung dengan Ormas Madas beberapa bulan terakhir.Nenek Elina sebelumnya diusir dan rumahnya dirobohkan paksa oleh pria yang diduga oknum anggota Madas.Ketua DPAC Madas Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur, Mat Yasin, mengungkapkan bahwa Muhammad Yasin baru bergabung dengan Madas terhitung sejak beberapa bulan lalu.Baca juga: Tanggapi Video Ancaman Ormas Madas, Armuji: Enggak Masalah"Dia baru bergabung dengan Madas. Terhitung sejak beberapa bulan lalu," ungkapnya saat pulang ke kampung halamannya di Desa Madulang Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Selasa .Ia menyayangkan tindakan oknum anggota Madas tersebut, meski aksinya itu tidak mengatasnamakan ormas Madas.Baca juga: Dugaan Keterlibatan Ormas Madas dalam Kekerasan Terhadap Nenek Elina, Ini Kata Polda Jatim"Saya sangat menyayangkan tindakan itu terjadi. Seharusnya kita justru membantu pihak yang kesulitan, bukan sebaliknya," ucapnya.Mat Yasin menegaskan dukungan penuh terhadap proses hukum yang dilakukan Polda Jatim karena tindakan Muhammad Yasin dinilai tidak sesuai dengan harapan ormas Madas yang mengedepankan kegiatan sosial."Saya bergabung dengan Madas karena penuh dengan kegiatan sosial. Dengan banyak teman, saya mendapatkan informasi dan sering menyalurkan bantuan melalui mereka," ucapnya.Baca juga: Oknum Ormas Madas, M Yasin Ditangkap Polda JatimMat Yasin mengungkapkan bahwa ia bersama sejumlah anggota DPAC Madas Balongpanggang telah mendatangi nenek Elina pasca kejadian pengusiran untuk menyerahkan bantuan sebagai bentuk keprihatinan."Kami sangat prihatin. Sekali lagi kami menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum Madas," tuturnya.Polda Jawa Timur telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yaitu Samuel Ardi Kristanto dan Muhammad Yasin.Keduanya diduga terlibat bersama-sama dan terang-terangan melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sesuai dengan pelanggaran tindak pidana Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).Kasus ini bermula rumah Nenek Elina dibongkar paksa oleh rombongan Samuel, seseorang yang mengaku membeli tanah dan bangunan tersebut sejak 2014 dari pemilik sebelumnya Elisa Irawati. Tapi pihak Elina membantah.Elisa merupakan kakak kandung Elina. Ia tak menikah dan tidak mengadopsi anak. Pada tahun 2017 meninggal dunia dan menjatuhkan ahli waris ke enam anggota keluarganya termasuk Elina.Pada 6 Agustus 2025 rombongan Samuel mendatangi Elina. Yasin diduga membantu Samuel mengusir paksa Elina dari rumah dengan cara diangkat.Tidak sendirian, Yasin terangkap dalam video sedang mengangkat Nenek Elina bersama tiga orang lainnya.Pihak Elina kemudian melaporkan Samuel dkk ke Polda Jatim melalui nomor LP: LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tanggal 29 Oktober 2025


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-17 01:26