Terima Lisensi BNSP, ITB Resmi Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi

2026-02-02 17:44:13
Terima Lisensi BNSP, ITB Resmi Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi
– Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi menerima sertifikat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).Penyerahan lisensi ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen ITB dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi sesuai standar nasional.Kepala BNSP Syamsi Hari menjelaskan, lisensi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendongkrak kualitas lulusan dan tenaga kerja agar lebih kompeten serta berdaya saing di tingkat nasional.Hingga saat ini, ITB telah mengantongi lisensi untuk 28 skema sertifikasi. Selain itu, terdapat 66 dosen dari 12 fakultas atau sekolah di lingkungan ITB yang telah mendapatkan lisensi sebagai asesor kompetensi.Baca juga: Pengamat ITB: Tata Ruang Bandung Selatan Kuat di Atas Kertas, Lemah DiimplementasiKetua LSP P1 ITB, Dina Dellyana, menegaskan pihaknya akan terus menjaga mutu dan memperluas cakupan skema sertifikasi ke depannya.“Pihaknya berkomitmen menjaga mutu penyelenggaraan sertifikasi kompetensi, memperluas cakupan skema sertifikasi, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Dina dalam rilisnya, Minggu . Sebelumnya, Direktur Direktorat Pendidikan Profesional Berkelanjutan ITB, Prof Ridwan Sutriadi, menambahkan bahwa kehadiran LSP P1 akan memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan talenta unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri.“Kehadiran LSP P1 ITB akan memperkuat posisi ITB sebagai pusat pengembangan talenta yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan industri serta dunia kerja,” tutur Ridwan.Baca juga: Ahli ITB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sumatera: Siklon Senyar dan Degradasi LingkunganSertifikasi ini rencananya akan berlaku bagi mahasiswa di seluruh jenjang, mulai dari S1 hingga S3. Hal ini juga mencakup berbagai program profesi seperti insinyur, farmasi, apoteker, seni rupa, desain, hingga teknologi hayati.Langkah strategis ini diakui Ridwan sejalan dengan visi Rektor ITB yang menargetkan transformasi kampus menjadi fourth generation university.“Kebijakan Rektor menegaskan bahwa ITB ingin menjadi fourth generation university, salah satunya melalui peningkatan kualitas lulusan lewat sertifikasi LSP,” pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-02 16:53