JAKARTA, - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap, nama Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto sudah diusulkan tiga kali untuk menerima gelar pahlawan nasional.Hal tersebut disampaikannya usai rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu ."Termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan, ya. Dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015," ujar Fadli Zon usai ratas.Baca juga: Korban Tanjung Priok: Pantaskah Soeharto Disebut Pahlawan?Baik Soeharto dan nama-nama lain yang diusulkan menerima gelar pahlawan nasional telah melalui proses berjenjang dari tingkat kabupaten/kota.Setelah dari tingkat kabupaten/kota, pengusulan nama diteruskan ke pemerintah provinsi yang akan mengirimkannya ke pemerintah pusat."Jadi, proses dari pengusulan pahlawan nasional ini adalah proses dari bawah, dari masyarakat, dari kabupaten, kota. Kemudian di sana ada tim peneliti yang terdiri dari para pakar dari berbagai latar belakang," ujar Fadli Zon."Setelah dari kabupaten, kota ke provinsi, di sana ada juga tim peneliti, akademisi, dan juga sejumlah tokoh yang menilai TP2GP, ya. Kemudian setelah itu kepada TP2GP di Kementerian Sosial," sambungnya.Baca juga: MUI: Soekarno, Soeharto, Habibie, dan Gus Dur Pemimpin Bangsa yang Layak Jadi PahlawanFadli Zon yang juga Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) menyampaikan, Soeharto sebagai salah satu nama yang diusulkan telah memenuhi syarat untuk menerima gelar pahlawan nasional.Nama-nama lain yang sudah dijaring Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial (Kemensos) juga telah memenuhi syarat tersebut."Tentu dari kami, dari tim GTK ini, telah melakukan juga kajian, penelitian, rapat ya, sidang terkait hal ini. Jadi telah diseleksi tentu berdasarkan, kalau semuanya memenuhi syarat ya, jadi tidak ada yang tidak memenuhi syarat. Semua yang telah disampaikan ini memenuhi syarat," kata Fadli Zon.Baca juga: 24 Nama Calon Pahlawan Nasional Masuk Daftar Prioritas, Soeharto Termasuk? Salah satu jasa Soeharto yang disampaikan Fadli Zon adalah ketika memimpin serangan umum pada 1 Maret 1949. Peristiwa itu disebut sebagai bagian tonggak Indonesia diakui dunia."Serangan Umum 1 Maret itu salah satu yang menjadi tonggak Republik Indonesia itu bisa diakui oleh dunia, masih ada. Karena Belanda waktu itu mengatakan Republik Indonesia sudah cease to exist, sudah tidak ada lagi," tandas Fadli.boobastis.com Presiden Soeharto Mengendarai ExpressaSementara itu, 500 aktivis dan akademisi menyatakan menolak rencana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI itu.Penolakan itu ditegaskan dalam deklarasi di Kantor LBH, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa . Aktivis HAM yang juga Direktur Amnesty International Indonesia (AII) Usman Hamid mendesak agar usulan Soeharto menjadi pahlawan nasional dibatalkan.Setidaknya ada empat alasan mengapa koalisi masyarakat sipil menolak gelar untuk Soeharto. Pertama, karena pemerintahan Soeharto selama 32 tahun dipenuhi berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).Baca juga: Fadli Zon Lapor 49 Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional ke Prabowo, 24 Jadi PrioritasKedua, pemerintah Soeharto dipenuhi oleh berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)."Yang ketiga, juga diikuti dengan pemberangusan kebebasan berpendapat, kebebasan pers sampai dengan kebebasan akademik," ungkap Usman."Dan yang terakhir adalah adanya ketimpangan sosial-ekonomi yang terjadi selama pemerintahan Soeharto," sambungnya menegaskan.
(prf/ega)
Soeharto Sudah 3 Kali Diusulkan untuk Terima Gelar Pahlawan Nasional
2026-01-12 22:43:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:12
| 2026-01-12 22:11
| 2026-01-12 21:32
| 2026-01-12 21:25
| 2026-01-12 20:28










































