PALANGKA RAYA, - Menjelang akhir 2025, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.Untuk itu, pihak kepolisian menyiagakan ribuan personel guna mendukung langkah penanganan bencana.Kapolda Kalteng, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat lima wilayah yang berpotensi mengalami bencana banjir.Baca juga: BMKG Sebut Wilayah Jatim Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi "Tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Kalau dulu yang rawan adalah Murung Raya, Barito Timur, Barito Selatan, dan Barito Utara, tapi tahun ini sepertinya yang rawan banjir adalah Kapuas, Katingan, dan Seruyan," ujarnya usai memimpin apel gelar pasukan antisipasi bencana hidrometeorologi di Markas Polda Kalteng, Palangka Raya, Rabu .Selain tiga daerah tersebut, Iwan juga menyebut Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur sebagai daerah lain yang rentan mengalami banjir pada musim hujan tahun ini."Kami juga mengantisipasi tempat-tempat lain yang sering banjir. Kami menyiapkan dapur umum dan personel, sementara Pemprov Kalteng juga menyiapkan bantuan sosial di beberapa titik yang rawan banjir," jelasnya.Iwan menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan BMKG serta pihak terkait lainnya di kabupaten dan kota masing-masing.Baca juga: BMKG Sebut Wilayah Jatim Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi "Kami juga meminta jajaran polres memberikan informasi dan imbauan kamtibmas terkait potensi ancaman bencana," tuturnya.Menurut Iwan, kesiapan personel serta sarana dan prasarana (sarpras) penanganan bencana hidrometeorologi harus dipastikan."Termasuk memastikan kesiapan peralatan evakuasi, kendaraan operasional, dan ketersediaan bantuan logistik pendukung, sehingga dapat segera digerakkan kapan pun dibutuhkan ketika bencana melanda," ujarnya.Dia memastikan bahwa personel tanggap bencana yang disiagakan dapat mengedepankan kecepatan dan ketepatan respons dalam menghadapi kondisi tanggap darurat bencana."Mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, pemberian trauma healing, hingga percepatan pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang terdampak lewat kerja sama lintas sektoral," tuturnya.Baca juga: Kerugian Dampak Bencana di Salatiga Capai Rp 373 Juta, 15 Keluarga MengungsiIwan juga menjelaskan bahwa 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, termasuk di Kalteng.Polda Kalteng telah menyiapkan 2.850 personel untuk melakukan upaya penanggulangan bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada akhir tahun 2025 mendatang."Puncaknya diperkirakan terjadi secara bertahap, dari November 2025 hingga Januari 2026. Meningkatnya curah hujan berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi," tuturnya.
(prf/ega)
Bencana Banjir dan Longsor Ancam 5 Wilayah di Kalteng, Mana Saja?
2026-01-12 10:26:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:08
| 2026-01-12 09:42
| 2026-01-12 09:33
| 2026-01-12 09:24
| 2026-01-12 09:24










































