Amazon Blokir 1.800 Lamaran Pekerjaan, Diduga Agen Korea Utara

2026-01-13 06:46:24
Amazon Blokir 1.800 Lamaran Pekerjaan, Diduga Agen Korea Utara
WASHINGTON, - Seorang eksekutif senior Amazon mengatakan, perusahaannya telah memblokir lebih dari 1.800 lamaran pekerjaan yang diduga sebagai agen Korea Selatan.Dalam sebuah unggahan di LinkedIn, Kepala Petugas Keamanan Amazon, Stephen Schmidt menuturkan, warga Korea Utara mencoba melamar pekerjaan di bidang IT menggunakan identitas palsu atau hasil curian."Tujuan mereka biasanya sederhana, dipekerjakan, dibayar, dan menyalurkan upah kembali untuk mendanai program senjata rezim," ujarnya, dikutip dari BBC, Selasa .Menurutnya, tren ini kemungkinan terjadi dalam skala besar di seluruh industri, khususnya di Amerika Serikat.Pihak berwenang AS dan Korea Selatan sebenarnya telah memperingatkan adanya agen-agen Korea Utara yang melakukan penipuan secara daring.Baca juga: PHK Terbesar, Amazon Pecat 14.000 Karyawan, Mau Pakai AIPerusahaan yang berbasis di Seattle, Washington ini mendapati peningkatan hampir sepertiga dalam jumlah lamaran pekerjaan dari warga Korea Utara selama setahun terakhir.Schmidt menjelaskan, para agen biasanya bekerja sama dengan orang-orang yang mengelola "laptop farm"."Laptop farm" merujuk pada komputer yang berbasis di AS dan dioperasikan dari jarak jauh dari luar negeri.Amazon menggunakan kombinasi alat kecerdasan buatan (AI) dan verifikasi oleh stafnya untuk menyaring lamaran pekerjaan.Baca juga: Pernikahan Mewah Bos Amazon Tuai Kritik Keras, Ini SebabnyaMenurutnya, strategi yang digunakan para penipu untuk melamar pekerjaan pun semakin canggih.Ia mengatakan, pihak-pihak tak bertanggung jawab akan membajak akun LinkedIn yang tidak aktif menggunakan kredensial yang bocor untuk mendapatkan verifikasi.Mereka menargetkan insinyur perangkat lunak yang asli agar terlihat kredibel.Karena itu, Schmidt mendesak perusahaan untuk melaporkan lamaran pekerjaan yang mencurigakan kepada pihak berwenang.Ia juga meminta para pemberi kerja untuk mewaspadai indikator lamaran kerja palsu dari Korea Utara, termasuk nomor telepon yang formatnya salah dan riwayat pendidikan yang tidak sesuai.Pada Juni lalu, pemerintah AS mengatakan telah mengungkap 29 "laptop farm" yang dioperasikan secara ilegal di seluruh negeri oleh pekerja IT Korea Utara.Baca juga: Bela Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Rusia: Hak teman Kami


(prf/ega)