NEW YORK, - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bergerak variatif pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat.Sentimen pasar masih dibayangi sikap ‘wait and see’ menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan tetap bernada hawkish meski pasar menaruh harapan pada pemangkasan suku bunga pekan ini.Mengutip Reuters, Rabu , Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 120,56 poin atau 0,25 persen ke 47.618,76.Baca juga: Empat Saham Emiten Haji Isam Kompak Menguat, FAST MemimpinS&P 500 turun tipis 0,26 poin ke 6.846,60.Sementara itu, Nasdaq Composite justru naik 34,63 poin atau 0,15 persen menjadi 23.580,53.Indeks sektor perbankan S&P 500, yang sempat menguat hampir 1 persen pada awal sesi, akhirnya merosot 1,8 persen.Tekanan datang setelah eksekutif JPMorgan Chase untuk bisnis perbankan konsumer dan komunitas, Marianne Lake, menyampaikan bahwa beban biaya perusahaan diperkirakan membengkak hingga sekitar 105 miliar dollar AS pada 2026, terutama akibat belanja ekspansi dan peningkatan volume bisnis.Saham JPMorgan pun tertekan sekitar 4 persen, menuju penurunan harian terbesar sejak awal April.Secara sektoral, tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup menguat, dengan energi menjadi penopang terbesar melalui kenaikan 0,9 persen.Sementara itu, sektor kesehatan tampil paling lemah dengan penurunan 0,5 persen.Di sisi kebijakan, The Fed memulai rapat dua hari pada Selasa.Meski pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 basis poin, inflasi yang masih bertahan di atas target 2 persen memunculkan nada kehati-hatian.Sejumlah pembuat kebijakan memberi sinyal berbeda: sebagian memperingatkan tekanan harga bisa kembali menguat, sementara yang lain menilai pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda pelemahan.Data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis pada hari yang sama belum memberi kejelasan tambahan.Lowongan pekerjaan tercatat naik tipis pada Oktober, tetapi laju perekrutan tetap lemah.
(prf/ega)
Wall Street Variatif, Investor Wait and See Jelang Keputusan The Fed
2026-01-12 04:17:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:32
| 2026-01-12 03:10
| 2026-01-12 02:38
| 2026-01-12 02:20
| 2026-01-12 02:13










































