JAKARTA, – Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, banyak pekerja di Indonesia menghadapi kelelahan mental dan emosional meski hadir di tempat kerja dan melaksanakan tugasnya. Tekanan produktivitas dan minimnya perhatian terhadap kesejahteraan karyawan sering mendorong demotivasi, bahkan meningkatkan turnover rate.PT Mas Arya Indonesia (MAS Arya), perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur pakaian jadi dan fesyen di Semarang, Jawa Tengah, mencoba menghadirkan pendekatan berbeda. Perusahaan menempatkan kesejahteraan karyawan bukan sebagai fitur tambahan, tetapi sebagai fondasi untuk mencapai keunggulan bisnis jangka panjang.Kajian Workplace Wellbeing 360 oleh Lembaga Intellect menunjukkan skor kesejahteraan pekerja Indonesia sebesar 53,26 persen, di bawah rata-rata global dan tertinggal dari Malaysia dan Singapura yang mencatat skor di atas 67 persen. Kondisi ini mencerminkan kesehatan fisik, mental, dan emosional pekerja yang belum optimal.“Bagi kami, karyawan bukan sekadar tenaga kerja, tetapi aset terbesar yang mendukung masa depan perusahaan,” kata Rajitha Kamalchandra, CEO MAS Arya Indonesia, melalui keterangannya, Senin .“Kesejahteraan karyawan adalah investasi yang berdampak langsung pada keberlanjutan bisnis. Itu sebabnya program wellness menjadi prioritas, bukan sekadar elemen tambahan.”Baca juga: Genjot Kinerja, BRI Manajemen Investasi Perkuat Budaya Kerja KaryawanBeberapa inisiatif telah dijalankan, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin bulanan yang mencakup kolesterol, tekanan darah, asam urat, gula darah, serta pemeriksaan gigi dan pendengaran. Ibu hamil mendapatkan perawatan khusus, seperti pemeriksaan USG dan pemberian suplemen vitamin.Untuk mendukung kebugaran, perusahaan menyediakan sesi olahraga mulai dari yoga untuk ibu hamil, Zumba, senam aerobic, hingga pound fit. Karyawan juga bisa mengikuti sepak bola, cricket, dan bulu tangkis. Fasilitas pusat kebugaran dengan peralatan lengkap tersedia di lingkungan kerja secara gratis.Selain itu, MAS Arya menerapkan kebijakan flexi-hours dan flexi-location. Flexi-hours memungkinkan karyawan menyesuaikan jadwal harian tanpa mengurangi delapan jam kerja per hari. Flexi-location memberi fleksibilitas lokasi kerja agar kebutuhan pribadi tetap terpenuhi tanpa mengorbankan tanggung jawab pekerjaan.Baca juga: Menaker Sebut Pekerja Gig Rentan, Negara Harus LindungiBagi Aici Lucki Sari, Senior Executive Plant Lean Enterprise, kebijakan flexi-hours membawa perubahan signifikan. Sebagai ibu dengan satu anak, dia bisa menyesuaikan jam kerja sehingga tetap dapat mengantar anak ke sekolah.“Sekarang saya bisa menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, yang mendorong antusiasme saya dalam bekerja,” ujarnya, MAS Arya juga menyediakan platform komunikasi anonim bagi karyawan untuk menyampaikan masukan atau keluhan. Untuk isu serius, tersedia MAS DNA Hotline untuk pelaporan pelecehan atau diskriminasi secara rahasia.“Kami menilai keberhasilan perusahaan tidak hanya dari efisiensi produksi, tetapi juga keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan karyawan,” ujar Dinal Peiris, Director HR & Administration MAS Intimates.“Upaya kami terlihat dari turnover rate hanya 2 persen, di bawah rata-rata industri pakaian jadi di Indonesia selama lima tahun berturut-turut.”Baca juga: Jutaan Pekerja Informal Tak Punya Jaminan Sosial, Padahal RentanKomitmen perusahaan terhadap kesetaraan gender diwujudkan melalui program Women Go Beyond (WGB) dan Women in Leadership, yang memberdayakan perempuan meraih peran manajerial. Dukungan lain termasuk fasilitas penitipan anak, pemeriksaan kesehatan, dan kegiatan yang melibatkan keluarga karyawan.Serangkaian program ini menegaskan keyakinan MAS Arya bahwa kesejahteraan karyawan adalah investasi jangka panjang yang membentuk tenaga kerja tangguh, loyal, dan inovatif. Dengan pendekatan ini, keunggulan usaha dapat dicapai tanpa mengorbankan kesejahteraan karyawan.
(prf/ega)
Kesejahteraan Karyawan Jadi Strategi Keunggulan Bisnis Manufaktur Fesyen PT Mas Arya
2026-01-12 03:54:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:39
| 2026-01-12 04:23
| 2026-01-12 03:01
| 2026-01-12 02:17
| 2026-01-12 02:15










































