Bank Dunia Soroti Besarnya Bunga Utang Indonesia, Serap Pendapatan Negara

2026-01-12 17:51:24
Bank Dunia Soroti Besarnya Bunga Utang Indonesia, Serap Pendapatan Negara
-Bank Dunia menilai beban pembayaran bunga utang Indonesia masih menyerap porsi besar pendapatan negara. Kondisi itu terjadi meski pembiayaan tergolong longgar dan biaya pinjaman berhasil ditekan.Penilaian tersebut tertuang dalam laporan Bank Dunia berjudul Fondasi Digital untuk Pertumbuhan edisi Desember 2025. Laporan itu mencatat rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan mencapai 20,5 persen hingga Oktober, di tengah upaya pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.Bank Dunia mencermati pemerintah telah menyalurkan dukungan fiskal secara terarah dan konsisten pada prinsip kehati-hatian. Dampak kebijakan tersebut belum optimal akibat pendapatan negara yang melemah.Baca juga: Purbaya Santai Tanggapi Proyeksi Bank Dunia soal Defisit APBN: Sering MelesetTekanan fiskal tercermin dari defisit anggaran yang meningkat. Defisit fiskal naik dari 1,4 persen terhadap produk domestik bruto pada Oktober 2024 menjadi 2,0 persen PDB pada Oktober 2025.Penurunan pendapatan dipengaruhi beberapa faktor. Bank Dunia mencatat pelemahan harga komoditas, percepatan pengembalian pajak, serta pengalihan dividen badan usaha milik negara ke Danantara turut menekan penerimaan negara.Meski demikian, pemerintah tetap meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai 0,5 persen PDB. Stimulus tersebut diarahkan untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penciptaan lapangan kerja.Tambahan belanja itu ditopang oleh efisiensi anggaran serta realisasi belanja yang lebih rendah pada sejumlah program prioritas. Langkah ini memberi ruang fiskal tanpa menambah tekanan pembiayaan secara signifikan.Bank Dunia menilai kondisi pembiayaan yang akomodatif berhasil menjaga biaya pinjaman tetap rendah. Namun, rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan tetap tinggi karena basis penerimaan negara melemah.Pembayaran bunga bersifat tetap dan wajib dipenuhi. Situasi ini membuat beban bunga menyerap porsi pendapatan yang lebih besar meski biaya utang tidak melonjak tajam.“Kondisi pembiayaan yang akomodatif berhasil menekan biaya pinjaman, tetapi rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan tetap tinggi yakni 20,5% dari awal tahun hingga Oktober,” tulis Bank Dunia.Baca juga: Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2025–2026Ke depan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026, pemerintah menargetkan defisit sebesar 2,68 persen PDB. Target tersebut disertai sasaran pendapatan yang dinilai cukup ambisius.Bank Dunia menekankan pencapaian target itu menuntut penguatan administrasi dan kebijakan perpajakan. Upaya tersebut dibutuhkan di tengah harga komoditas yang kurang menguntungkan agar tersedia ruang fiskal bagi belanja yang mendorong pertumbuhan ekonomi.Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Bank Dunia Soroti Rasio Bunga Utang RI Tinggi Meski Biaya Pinjaman Rendah


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-12 17:36