Gangguan Operasional, MRT Jakarta Hanya Layani Rute Terbatas

2026-02-02 00:55:53
Gangguan Operasional, MRT Jakarta Hanya Layani Rute Terbatas
JAKARTA, – PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan operasional terbatas sebagai langkah pemulihan layanan setelah gangguan yang terjadi pada Kamis .Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo mengatakan, MRT hanya mengoperasikan perjalanan dari Stasiun Blok M BCA hingga Stasiun Lebak Bulus dan sebaliknya.“MRT Jakarta sementara menjalankan skema Rute Perjalanan Terbatas. Yaitu, pengoperasian layanan dari Stasiun Blok M BCA hingga Stasiun Lebak Bulus dan juga rute sebaliknya dengan menggunakan empat rangkaian kereta,” ujar Rendy dalam keterangan tertulis, Kamis.Baca juga: Lintasan MRT Tertimpa Pohon, Rute Bundaran HI–ASEAN Terhenti SementaraIa mengimbau para penumpang untuk sementara mempertimbangkan penggunaan transportasi publik alternatif.“Kami mengimbau para pelanggan untuk sementara waktu dapat mempertimbangkan penggunaan alternatif transportasi publik lainnya,” ujarnya.Rendy menambahkan, informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi MRT Jakarta.Gangguan operasional MRT tercatat terjadi pada pukul 10.26 WIB. Insiden disebabkan pohon tumbang di area transisi rute antara Stasiun Senayan Mastercard dan Stasiun ASEAN.“Yang menyebabkan kerusakan struktur serta gangguan jaringan kelistrikan sehingga layanan operasional kereta MRT Jakarta terhenti,” kata Rendy.Saat kejadian, terdapat lima rangkaian MRT yang berada di stasiun dan tiga rangkaian lain yang berada di jalur. Proses penanganan terus dilakukan oleh tim operasional dan teknis MRT Jakarta untuk memulihkan layanan secepat mungkin.Baca juga: Gangguan MRT Hari Ini, Pramono: Perbaikan Butuh 3–4 JamRendy memastikan bahwa proses evakuasi penumpang telah berjalan sesuai prosedur.“MRT Jakarta berkomitmen menjaga keselamatan pelanggan, dan telah menyelesaikan proses evakuasi sesuai prosedur terhadap 524 pelanggan dari sejumlah kereta dan area stasiun yang terdampak,” tuturnya.Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang akibat gangguan tersebut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-01 23:18