Perdagangan Ikan Global Berpotensi Sebarkan Bahan Kimia Berbahaya, Apa Itu?

2026-02-01 23:08:43
Perdagangan Ikan Global Berpotensi Sebarkan Bahan Kimia Berbahaya, Apa Itu?
- Perdagangan seafood global telah menyebarkan paparan per- dan polyfluoroalkyl (PFAS), yang sering disebut "bahan kimia abadi", jauh melampau lokasi asal pencemaran.Sebab, ikan yang diperdagangkan membawa bahan kimia tersebut dari perairan yang tercemar ke konsumen di seluruh dunia. Baca juga:"Per- dan polyfluoroalkyl substances (PFAS) adalah kelompok lebih dari 4.700 senyawa kimia sintetis," kata peneliti di Food Safety and Environment Research Group dari Desertification Research Centre di Valencia, Spanyol, Dr. Julian Campo, dilansir dari Independent.co.uk, Senin .Studi tersebut mengamati kandungan PFA pada lebih dari 200 spesies ikan laut. Kemudian, studi tersebut menemukan, perdagangan internasional telah mengalihkan paparan bahan kimia tersebut dari wilayah yang sangat tercemar ke negara-negara yang memiliki tingkat polusi lebih rendah.Eropa, secara khusus, muncul sebagai pusat utama dalam aliran paparan ini, meskipun wilayah tersebut tidak memiliki stok ikan yang paling tercemar.FREEPIK/DASHU83 Penelitian mengungkap ikan hasil perdagangan global mengandung bahan kimia abadi (PFAS) yang berbahaya bagi kesehatan manusia.PFAS adalah kelompok besar zat kimia sintetis yang digunakan dalam berbagai produk, mulai dari peralatan masak anti lengket hingga busa pemadam api.Zat ini dikenal karena persistensinya yang ekstrem di lingkungan dan tubuh manusia sehingga dilabeli  "bahan kimia abadi"."PFAS sangat beracun dan menimbulkan potensi bahaya yang jelas bagi kesehatan manusia karena dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin, selain menyebabkan kerusakan hati, penyakit tiroid, obesitas, serta dikaitkan dengan masalah kesuburan dan kanker," tutur Campo.Dalam studi ini, peneliti menggabungkan data perikanan global, model jaring makanan laut, dan pengukuran PFAS dari lebih dari 3.000 lokasi pengambilan sampel air laut.Tujuannya adalah memprediksi konsentrasi pada 212 spesies ikan laut yang dapat dikonsumsi.Mereka kemudian memvalidasi prediksi tersebut menggunakan pengukuran nyata dari 150 sampel ikan yang dikumpulkan di 14 negara.Ikan dari beberapa wilayah di Asia dan Oseania, termasuk Arab Saudi, Thailand, dan pantai timur Australia, menunjukkan konsentrasi PFAS tertinggi relatif terhadap rata-rata global, sedangkan ikan dari Afrika dan Amerika Utara memiliki konsentrasi terendah.Spesies yang berada di puncak rantai makanan secara konsisten mengandung lebih banyak PFAS. Ikan air tawar ditemukan mengandung kadar yang jauh lebih tinggi dibanding ikan laut.Baca juga:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-01 22:01