Thailand Kini Bersedia Gencatan Senjata dengan Kamboja, asal...

2026-01-12 11:30:51
Thailand Kini Bersedia Gencatan Senjata dengan Kamboja, asal...
BANGKOK, - Thailand kini menyatakan kesediaannya untuk gencatan senjata, asalkan Kamboja memenuhi syarat yang mereka ajukan.Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Maratee Nalita Andamo mengatakan, Kamboja harus menjadi negara pertama yang mengumumkan gencatan senjata untuk menghentikan peperangan di wilayah perbatasan."Sebagai pihak yang menyerang wilayah Thailand, Kamboja harus mengumumkan gencatan senjata terlebih dahulu," kata Maratee kepada wartawan di Bangkok, Selasa , dikutip dari AFP.Menurutnya, Kamboja juga harus bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di wilayah perbatasan.Namun, Kamboja belum menanggapi permintaan Thailand untuk menghentikan perang.Baca juga: Perang Berlanjut, Thailand Kembali Serang Markas Scam-Judi KambojaSebelumnya, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul menyatakan tak ada rencana gencatan senjata dengan Kamboja.Pernyataan itu muncul usai Thailand melaporkan seorang warga sipil tewas akibat serangan roket BM-21 Kamboja distrik Kantaralak, Provinsi Si Sa Ket."Tidak ada rencana maupun kesepakatan dari pemerintah Thailand untuk gencatan senjata dengan musuh kita hingga pukul 10 malam tadi," ujarnya, dikutip dari Straits Times, Senin ."Thailand teguh dengan tekad kami untuk melestarikan, melindungi, dan mempertahankan kesatuan tanah dan rakyat kami dengan segala cara," lanjutnya.Pria berusia 63 tahun itu adalah warga sipil Thailand pertama yang meninggal secara langsung akibat serangan Kamboja. Sembilan orang lainnya tewas karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya sejak konflik kembali pecah pekan lalu. Baca juga: Kamboja Ejek SEA Games di Thailand, Nilai Kualitasnya Tak Selevel Ajang 2023Sementara, seorang tentara Thailand tewas akibat serangan artileri Kamboja di distrik yang sama.Dengan demikian, total korban tewas di pihak Thailand menjadi 16 tentara, dengan 327 lainnya terluka. Kamboja belum mengungkapkan jumlah korban militer. Kementerian Luar Negeri Thailand pun mengajukan protes terhadap badan hak asasi manusia PBB pada Minggu .Mereka menuduh Kamboja menyerang Thailand tanpa pandang bulu, termasuk target selain militer.Hingga kini, setidaknya 32 orang tewas dalam bentrokan di perbatasan, termasuk tentara dan warga sipil.Bentrokan juga menyebabkan sekitar 800.000 warga mengungsi.Pertempuran terbaru ini menggagalkan kesepakatan damai yang dimediasi oleh Presiden AS, Donald Trump.Baca juga: Satu Warganya Tewas, PM Thailand Nyatakan Tak Ada Rencana Genjatan Senjata dengan Kamboja


(prf/ega)