- Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues serta Aceh Tengah sejak akhir November hingga awal Desember 2025 menyebabkan puluhan desa terisolasi total.Sebanyak 40 desa di empat kecamatan di Gayo Lues hingga kini masih sulit dijangkau akibat jalan yang amblas dan akses transportasi yang terputus.Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah terpencil Aceh Tengah, termasuk Kecamatan Jagong Jeget dan Celala yang mengalami krisis logistik dan energi.Baca juga: BNPB: Butuh Anggaran 25,41 Triliun untuk Biaya Pemulihan Provinsi AcehKapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, menjelaskan bahwa banjir bandang yang terjadi sejak Kamis hingga Sabtu membuat ruas jalan di sejumlah titik amblas tergerus sungai. Hal ini membuat kendaraan roda empat maupun roda dua tidak dapat melintasi jalur utama."Lokasi itu tak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua umumnya, karena ruas jalan yang amblas tergerus sungai," ujarnya dalam video yang dikirimkan kepada TribunGayo.com, Jumat .Untuk menyalurkan logistik, personel kepolisian dan relawan terpaksa berjalan kaki atau memanfaatkan Jembatan Tripe Jaya Rerebe sebagai jalur alternatif. Sebagian bantuan juga dikirimkan melalui jalur udara.Baca juga: BNPB: Bener Meriah dan Aceh Tengah Masih TerisolirNamun, Kapolres menegaskan bahwa jembatan darurat yang terbuat dari tali dan rakit masih mengancam keselamatan warga.Polres Gayo Lues telah mendistribusikan bantuan sembako ke Desa Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya, sekaligus mengecek kondisi Pos Polisi Tripe Jaya pascabanjir.Pemerintah daerah juga telah mengerahkan alat berat untuk membuka jalan yang tertimbun longsor agar mobilitas warga segera kembali normal.Baca juga: Besok Siang, Listrik di Aceh Bakal 100 Persen MenyalaANTARA FOTO/Taufik Hidayat/Lmo/tom Foto udara dampak kerusakan pascabanjir bandang di Desa Rigeb, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo lues, Aceh, Selasa . Banjir bandang yang melanda daerah itu pada Rabu mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan merusak ribuan rumah warga serta menyebabkan 15.110 jiwa dari 3.992 kepala keluarga terpaksa mengungsi, sementara akses utama menuju lokasi tersebut terputus sehingga menjadikan Gayo Lues terisolir. Dampak banjir dan longsor juga sangat dirasakan warga Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah. Dalam sepekan terakhir, wilayah ini bahkan menghadapi krisis pangan serta kelangkaan BBM.Joko Susilo, salah satu pemuda Jagong Jeget, mengungkapkan bahwa warga sudah kehabisan stok pangan dalam empat hari terakhir."Hingga hari ini, kami masih membutuhkan bantuan logistik, diutamakan melalui helikopter, karena BBM terbatas stok," jelasnya, Sabtu .Baca juga: Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana di Aceh Malam IniSelain kesulitan pangan, warga juga terisolasi akibat jaringan seluler dan internet yang terputus.Robi Sugara, Sekretaris Kampung Gegarang, menyebutkan bahwa warga hanya dapat berkomunikasi melalui posko kecamatan."Jika ada yang mau menyampaikan pesan ke orang tuanya, biar saya sampaikan," ujarnya.Baca juga: Akses Darat Terbuka, 3 dari 7 SPBU Aceh Tamiang Mulai Beroperasi
(prf/ega)
Aceh Tengah Masih Lumpuh Imbas Banjir: Warga Bertahan Tanpa Listrik, Sinyal, dan Logistik
2026-01-12 00:04:05
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:23
| 2026-01-11 23:19
| 2026-01-11 22:33










































