SEMARANG, - Lebih dari 60 mahasiswa perantau asal Aceh, Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan daerah banjir di Sumatera menghadapi dilema besar di Kota Semarang.Keluarga mereka di kampung tengah berjuang pulih dari bencana, sementara para mahasiswa di perantauan kesulitan membayar kos dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.Salah satu mahasiswa, Novaldi Akbar Anugerah, semester 3 UIN Walisongo dari Himpunan Mahasiswa Sumut (Himsu), menyebut banyak rekannya kesulitan.“Akses jalan di kampung masih banyak yang terblokir, banyak yang belum dapat bantuan banyak yang kelaparan,” katanya kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: Perjuangan Warga Aceh Tamiang Bertahan 8 Hari tanpa Bantuan Pemerintah: Hanya Warga Bantu WargaMeski keluarganya selamat, Novaldi mengaku khawatir karena masih banyak sanak saudara terdampak banjir.Kondisi itu menambah beban psikologis dan finansial mahasiswa perantau.“Banyak teman di sini kesulitan bayar kos, makan, bahkan komunikasi sama keluarga susah,” ucapnya.Para mahasiswa mengaku sulit memenuhi kebutuhan dasar seperti biaya kos, makan, hingga biaya kuliah.Dukungan keluarga dari kampung terhenti karena usaha terdampak, akses jalan terputus, dan banyak warga kehilangan penghasilan.Sejumlah organisasi mahasiswa mendirikan posko bantuan di asrama mahasiswa Aceh–Sumatra di Tembalang dengan menyalurkan beras, mi instan, dan bahan pokok lainnya.Baca juga: 13 Kecamatan di Sumut Masih Terisolasi, Bobby: Distribusi Bantuan Bisa TerjangkauNamun bantuan dinilai masih kurang. Beberapa mahasiswa mengaku kesulitan menanggung biaya hidup dan khawatir studi mereka terhambat.“Kami berharap pemerintah segera tanggap banyak di antara kami yang kesulitan, bukan karena malas, tapi karena keadaan darurat di kampung dan di kota,” harap Novaldi.Malika Radyana, Anggota Divisi Kaderisasi HIMSU UIN Walisongo Semarang, juga merasakan kecemasan."Saya sempat terputus komunikasi dengan nenek saya," ungkapnya.Ia mengaku khawatir saat banjir dan longsor menerjang kampung halaman neneknya."Saya sampai tak bisa tidur, Alhamdulillah sekarang sudah berhasil dievakuasi," lanjutnya.Baca juga: Warga Bantu Warga, Tempuh 40 Kilometer untuk Beri Makan Korban Banjir Agam SumbarMahasiswa Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatera Utara yang tinggal di Semarang berharap bantuan segera diperluas agar mereka dapat bertahan di perantauan sambil menunggu kondisi kampung pulih.
(prf/ega)
Dampak Banjir Sumatera, 60 Mahasiswa di Semarang Bingung Bayar Kos dan Makan
2026-01-12 07:08:25
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:19
| 2026-01-12 06:18
| 2026-01-12 06:04
| 2026-01-12 06:01
| 2026-01-12 05:06










































